Virus Corona di Samarinda
Kisah Kampung Tangguh Covid-19 Samarinda, RT 82 Memilih Tanam Pepaya Jenis California
Telah dilakukan penanaman 1000 pohon pepaya jenis California dilakukan oleh warga RT 82 Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang.
Dari program tersebut, masyarakat di sana bukanlah sebagai objek, akan tetapi mereka sebagai subjek atau pelaku dari pembangunan di wilayahnya.
Baca Juga: Gegara tak Dibelikan Ponsel, Penjual Pisang Gapit di Samarinda Nekat Menjambret
Baca Juga: Jalan Ambles, Longsor di Tanah Merah Samarinda, Warga Tuding karena Aliran Air dan Kontur Tanah
"Jadi kita melalui melalui, kampung tangguh bagaimana membangun kebersamaan, tubuh prakarsa dan partisipasi dari masyarakat," sebutnya di sela-sela keikut sertaannya tersebut.
Ia melanjutkan, kendati demikian Mantan Kepala Bapenda Kaltim tersebut menuturkan bahwa Rt 82 tersebut bisa menjadi percontohan bagi kampung - kampung lain di Kota Tepian ini.
"Ini kampung keren, dapat memperdayakannya warganya, apa lagi di jaman sulit saat ini," ucapnya.
Baca Juga: Curi Perahu di Sanga Sanga Kukar, Pemuda Asal Samarinda Ini Ditangkap Warga
Baca Juga: Petugas LPKA Samarinda Gelar Razia di Hunian Anak Binaan, Temukan Potongan Kayu dan Besi
Dengan adanya jiwa dotong royong yang dilakukan warga.
Hal itu sesuai dengan cita-cita Pemkot Samarinda dalam pembangunan pemberdayaan masyarakat.
"Program pemerintah bukan hanya fisik saja, namun adanya partisipasi masyarakat seperti yang di lakukan oleh warga disini, menjadi marwah sebuah kota yang beradab," ucapnya.
Terakhir ia menyampaikan, selaku orang nomer dua di pemerintahan ibu Kota Kalimantan Timur (Kaltim) ini, ia akan selalu mensupport program yang mengmhasilkan produk lokal.
Baca Juga: Pelayanan Dikeluhkan Warga, Perumdam Tirta Kencana Samarinda Sebut Ada Pengurasan IPA
Baca Juga: Wawali Samarinda Rusmadi Pastikan Distribusi Air Bersih, Listrik, dan Sembako Aman Jelang Ramadhan
"Kampung ini harus dilihat masyarakat luas, dengan kemandiriannya mereka mampu mensejahterakan warganya, dan itu pun dilakukan secara gotong royong," pungkasnya.
Penulis Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo