Selasa, 14 April 2026

Berita Kutim Terkini

Mengenal Kasmidi Bulang, Dari Gagal jadi Tentara Hingga Wakil Bupati Kutai Timur

Di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, pada 28 Agustus 1976 lalu Kasmidi Bulang, terlahir dari seorang ibu bersuku jawa dan ayah bersuku bugis.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Bupati Kasmidi Bulang di masa kecilnya bermimpi menjadi seorang prajurit pengabdi negara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, pada 28 Agustus 1976 lalu Kasmidi Bulang, terlahir dari seorang ibu bersuku jawa dan ayah bersuku bugis.

Bupati Kasmidi Bulang di masa kecilnya bermimpi menjadi seorang prajurit pengabdi negara.

Demi mewujudkan cita-citanya menjadi tentara, ia bersekolah di SMK Kartika Kota Balikpapan dan megikuti tes Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada tahun 1995.

Baca juga: DPRD Kutim Tetapkan Ardiansyah Sulaiman-Kasmidi Bulang sebagai Bupati dan Wabup Kutai Timur Terpilih

Baca juga: KPU Kutai Timur Tetapkan Ardiansyah dan Kasmidi Bulang sebagai Bupati dan Wabup, Mahyunadi tak Hadir

Namun cita-cita tersebut harus berakhir dengan kegagalan ketika dirinya dinyatakan tidak lulus.

Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke Sulawesi dan melanjutkan pendidikan jurusan pertambangan di sana.

"Jadi saya memutuskan untuk kuliah jurusan pertambangan. Saya melihat potensi pertambangan di Kaltim khususnya di Sangatta waktu itu sangat besar," ujarnya.

Melihat potensi sektor pertambangan yang begitu besar di Kutai Timur, Kasmidi bertekad untuk menimba ilmu sebanyak-banyak agar bisa memimpin sektor pertambangan di Kutim.

"Ya kuliah Teknik Pertambangan S1 nya, S2 nya lanjut di Unmul kemarin magister manajemen. Nanti S3 baru ambil kebudayaan," ucapnya.

Baca juga: Pimpinan KPK Sebut Potensi Korupsi Politik Dinasti di Kaltim Usai Bupati Kutim Ismunandar Ditangkap

Baca juga: Mantan Bupati Kutim Ismunandar dan Encek Lakukan Upaya Banding Atas Putusan Pengadilan

Kendati demikian, nasib tidak ada yang tahu, ternyata dunia politik menjadi tempatnya berkiprah dan melebarkan sayap.

Mulailah tertanam dalam dirinya sebuah tekad untuk menjadi pemimpin di tanah kelahirannya sendiri.

"Saya orang Sangatta ya tidak boleh hanya jadi penonton. Saya lahir di Sangatta ya harus bisa menjadi leader di daerah sendiri," ujarnya.

Benar saja, tahun 2004 Kasmidi menjadi anggota DPRD Kutim termuda dan suara terbanyak di usianya yang ke 20 tahun.

Ia juga mendapat suara terbanyak bahkan hampir memenuhi kuota satu kursi ketika memutuskan untuk kembali maju di DPRD Kutim pemilihan tahun 2014.

Setelah mempertimbangkan berbagai potensi, mantan kader partai Golkar tersebut akhirnya memutuskan melangkah ke kompetisi kepala daerah bersama Ismunandar pada tahun 2015 dan berhasil menang.

Di usianya yang ke-44, Kasmidi dilantik untuk kedua kalinya sebagai Wakil Bupati Kutai Timur berpasangan dengan Ardiansyah Sulaiman, Bupati Kutai Timur untuk periode 2021-2024.

Baca juga: Bupati Kutim Sambangi Gubernur Kaltim, Isran Noor: yang Penting Koordinasi Saja

Baca juga: Menekan Penyebaran Covid-19, Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang Bentuk Tim Satgas Sampai ke Desa

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved