Kamis, 30 April 2026

Ekonomi dan Bisnis

Harga Sembako di Kaltara, Komoditas Bawang dan Cabai Kerap Naik, Dinas Pertanian Klaim Panen Kurang

Harga bawang merah dan cabai rawit merah di Kalimantan Utara kerap kali naik di tingkat pasaran

Tayang:
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahahan Pangan Kaltara, Wahyuni Nuzband di Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Harga bawang merah dan cabai rawit merah di Kalimantan Utara kerap kali naik di tingkat pasaran.

Sebagai contoh di Pasar Induk Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, harga cabai rawit sempat menyentuh angka Rp 110,000 per kilogram dari harga normal sekitar Rp 70,000.

Informasi yang diperoleh Tribunkaltara.com, disebutkan, harga Bawang Merah sempat menyentuh hingga Rp 38,000 per kilogram, dari harga normal sekitar Rp 30,000 per kilogram.

Baca Juga: Sempat Rp 120.000 per Kg, Harga Cabai di Pasar Induk Sangatta Utara Kutim Mulai Turun

Baca Juga: Harga Cabai Masih Melambung Tinggi, DKP3 Bontang Prediksi Naik Hingga April Mendatang

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Wahyuni Nuzband mengatakan, kenaikan harga dua komoditas tersebut, erat kaitannya dengan hasil panen yang berkurang.

Bukan kepada naiknya tingkat konsumsi masyarakat di Kalimantan Utara.

"Biasanya memang ada peningkatan harga ya, harga bawang merah misalnya, kenapa naik?," tanya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Wahyuni Nuzband, Jumat (16/4/2021).

Karena ketersediaan atau penawaran barang juga berkurang. "Panen di sana berkurang," ujarnya.

Contoh bawang merah asli dan bawang merah palsu.
Contoh bawang merah asli dan bawang merah palsu. (SajianSedap)

"Sehingga ketersediaan bawang merah berkurang dan harga naik," tambahnya.

"Kalau terkait jumlah konsumsi itu tidak ya, jadi kalau kita lihat bulan puasa Ramadhan, kenaikan harga lebih kepada kondisi hasil panen," terangnya.

Baca Juga: Harga Sembako di Pasar Induk Malinau Jelang Ramadhan, Cabai Rawit Rp 120 Ribu Per Kilogram

Baca Juga: TPID Paser Sidak Pasar Induk Senaken Paser, Harga Cabai Masih di Angka Seratus Ribuan Rupiah

Meskipun kenaikan harga, lebih kepada pasokan dari hasil panen, pihaknya mengatakan, akan tetap berkoordinasi dengan Satgas Ketahanan Pangan Kalimantan Utara.

Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan pasokan.

Pedagang menjual cabai.
Pedagang menjual cabai. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI)
Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved