Ekonomi dan Bisnis
Harga Sembako di Kaltara, Komoditas Bawang dan Cabai Kerap Naik, Dinas Pertanian Klaim Panen Kurang
Harga bawang merah dan cabai rawit merah di Kalimantan Utara kerap kali naik di tingkat pasaran
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Harga bawang merah dan cabai rawit merah di Kalimantan Utara kerap kali naik di tingkat pasaran.
Sebagai contoh di Pasar Induk Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, harga cabai rawit sempat menyentuh angka Rp 110,000 per kilogram dari harga normal sekitar Rp 70,000.
Informasi yang diperoleh Tribunkaltara.com, disebutkan, harga Bawang Merah sempat menyentuh hingga Rp 38,000 per kilogram, dari harga normal sekitar Rp 30,000 per kilogram.
Baca Juga: Sempat Rp 120.000 per Kg, Harga Cabai di Pasar Induk Sangatta Utara Kutim Mulai Turun
Baca Juga: Harga Cabai Masih Melambung Tinggi, DKP3 Bontang Prediksi Naik Hingga April Mendatang
Dijelaskan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Wahyuni Nuzband mengatakan, kenaikan harga dua komoditas tersebut, erat kaitannya dengan hasil panen yang berkurang.
Bukan kepada naiknya tingkat konsumsi masyarakat di Kalimantan Utara.
"Biasanya memang ada peningkatan harga ya, harga bawang merah misalnya, kenapa naik?," tanya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Wahyuni Nuzband, Jumat (16/4/2021).
Karena ketersediaan atau penawaran barang juga berkurang. "Panen di sana berkurang," ujarnya.
"Sehingga ketersediaan bawang merah berkurang dan harga naik," tambahnya.
"Kalau terkait jumlah konsumsi itu tidak ya, jadi kalau kita lihat bulan puasa Ramadhan, kenaikan harga lebih kepada kondisi hasil panen," terangnya.
Baca Juga: Harga Sembako di Pasar Induk Malinau Jelang Ramadhan, Cabai Rawit Rp 120 Ribu Per Kilogram
Baca Juga: TPID Paser Sidak Pasar Induk Senaken Paser, Harga Cabai Masih di Angka Seratus Ribuan Rupiah
Meskipun kenaikan harga, lebih kepada pasokan dari hasil panen, pihaknya mengatakan, akan tetap berkoordinasi dengan Satgas Ketahanan Pangan Kalimantan Utara.
Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan pasokan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wahyuni-nuzband-di-tanjung-selor.jpg)