Jumat, 24 April 2026

Ekonomi dan Bisnis

Gubernur BI Sebut Perbaikan Ekonomi Domestik Terus Membaik, Didukung Kinerja Ekspor

Perbaikan ekonomi domestik terus berlangsung terutama didukung oleh membaiknya kinerja ekspor dan belanja fiskal.

Penulis: Heriani AM |
TANGKAP LAYAR
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam penyampaian hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia secara daring, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Perbaikan ekonomi domestik terus berlangsung terutama didukung oleh membaiknya kinerja ekspor dan belanja fiskal.

Hal ini diungkap Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam penyampaian hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia secara daring, Selasa (20/4/2021).

"Kinerja ekspor juga diprakirakan terus membaik, lebih tinggi dari proyeksi awal tahun, terutama didorong oleh komoditas CPO, bijih logam, pulp and waste paper, serta kendaraan bermotor dan besi baja," tuturnya.

Baca juga: Geliat Ekspor Kepiting di Balikpapan, Triwulan Pertama di 2021 Nilainya Capai USD 625.927,50

Baca juga: Optimistis Bangkit di 2021, Pengrajin Batik Shaho Balikpapan Manfaatkan Teknologi Digital

Peningkatan ekspor tersebut ditopang oleh kenaikan permintaan dari negara mitra dagang utama, khususnya Tiongkok.

Secara spasial, kinerja ekspor yang membaik terjadi di wilayah Jawa dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua).

Stimulus fiskal Pemerintah dalam bentuk bantuan sosial, belanja barang dan belanja modal juga terus meningkat lebih tinggi dari perkiraan.

Sementara itu, perbaikan konsumsi swasta sebagaimana tercermin pada indikator ekspektasi konsumen dan penjualan eceran sampai dengan bulan Maret 2021 cenderung terbatas.

"Hal ini sejalan dengan masih terbatasnya mobilitas masyarakat di tengah upaya Pemerintah yang terus melakukan akselerasi program vaksinasi nasional," tambahnya.

Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2021 akan berada pada kisaran 4,1 persen - 5,1 persen.

Ke depan, perbaikan ekonomi domestik diperkirakan akan semakin membaik didukung oleh perbaikan kinerja ekspor, berlanjutnya stimulus fiskal, dan perbaikan investasi sebagaimana tercermin pada PMI manufaktur yang terus meningkat.

"Implementasi vaksinasi dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19 tetap diperlukan untuk mendukung percepatan perbaikan permintaan domestik," tukasnya.

Perry juga membeberkan soal Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang diprakirakan tetap baik sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal.

Defisit transaksi berjalan triwulan I 2021 diperkirakan akan rendah, didukung oleh surplus neraca perdagangan sebesar 5,52 miliar dolar AS, melanjutkan capaian surplus pada triwulan sebelumnya sebesar 8,27 miliar dolar AS.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved