Jumat, 1 Mei 2026

Ramadhan 2021

Suasana Idul Fitri Sudah Terasa di Kampung Ketupat Samarinda, Permintaan Meningkat Saat Ramadhan

Kampung ketupat yang juga dikenal sebagai Kampung Warna-Warni ialah salah satu destinasi wisata lokal yang ada di Kota Tepian. 

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Samsiah (berjilbab biru, paling kanan), sudah puluhan tahun menjadi pengrajin anyaman ketupat dari daun nipah di Kampung Ketupat, Kota Samarinda, susasana lebaran terlihat ketika peningkatan permintaan anyaman ketupat pada awal Ramadhan tahun ini. TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Baru sepekan bulan puasa berjalan, suasana lebaran Idul Fitri sudah terasa di Kampung Ketupat, Jalan Mangkupalas RT 14 dan RT 15, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Kampung ketupat yang juga dikenal sebagai Kampung Warna-Warni ialah salah satu destinasi wisata lokal yang ada di Kota Tepian

Permukiman yang terletak di atas perairan Sungai Mahakam ini memiliki ratusan pengrajin ketupat, yang merupakan warga asli setempat yang sudah berpuluh-puluh tahun menjadi pengrajin.

Baca Juga: Calon Penumpang di Samarinda Sayangkan Adanya Pelarangan Mudik Jelang Lebaran

Baca Juga: Walikota Tarakan Masih Belum Tahu Daerah di Kaltara yang Warga Diizinkan untuk Mudik

Salah satunya Samsiah. Nenek berusia 53 tahun ini ialah pengrajin anyaman ketupat yang sudah 32 tahun menggeluti pekerjaan ini.

Dia dalam sehari bisa membuat 1.000 sampai 3000 biji anyaman ketupat berbagai ukuran yang dibuat dari bahan dasar daun nipah.

"Sejak 1989, sudah puluhan tahun (mwnjadi pengrajin anyaman ketupat). Alhamdulillah laris dan sangat meningkat penjualannya (dibulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri)," sebutnya ditemui Rabu (21/4/2021) hari ini.

Baca Juga: PPKM Mikro Resmi Diperpanjang, Pemkot Bontang Atur Larangan Mudik, Beri Sanksi bagi Pelanggar

Baca Juga: Larang Mudik, Polres Bontang Awasi Ketat Tiap Kendaraan Masuk di Posko Tugu Selamat Datang

Samsiah juga mengaku, peningkatan permintaan anyaman ketupat pada bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri melonjak.

Permintaan itu datang dari berbagai pasar tradisional di Samarinda maupun luar kota.

"Ada yang jual langsung ke pembeli yang datang, ada juga kirim ke pasar. Kalau per biji Rp 1.000 sampai dengan Rp 1.500 tergantung ukuran," ucapnya.

Kenaikan harga jual anyaman ketupat juga terjadi menjelang Idul Fitri.

Samsiah juga menyebut bahwa menjual ke langganan. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved