Breaking News:

Opini

Cegah Klaster Baru Covid-19 dengan Tidak Mudik Lebaran Dulu

Mudik (pulang kampung, red) saat lebaran memang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia.

KOMPAS.COM/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi mudik lebaran 

TRIBUNKALTIM.CO- Mudik (pulang kampung, red) saat lebaran memang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia.

Tidak lengkap rasanya merayakan Idul Fitri atau lebaran tanpa silaturahmi langsung bersama keluarga, saudara, sahabat dan teman.

Tak jarang momen lebaran dimanfaatkan untuk reunian, kumpul keluarga, hingga berwisata bersama.

Hal inilah yang mendorong masyarakat perantau berusaha mudik setiap lebaran, dalam kondisi apapun.

Artinya, mereka yang bekerja mencari nafkah selama setahun rela sebagaian besar hasilnya untuk kegiatan mudik.

Tradisi mudik memang sudah menjadi rutinitas biasa dilakukan para perantau (orang yang bekerja di kota) saat libur panjang seperti lebaran Idul Fitri, Idul Adha, liburan akhir tahun dan libur-libur panjang lainnya.

Kegiatan mudik yang sudah berlangsung sejak lama bahkan sejak zaman kerajaan kuno kini rutin menjadi kegiatan tahunan.

Dan akhirnya menjadi budaya turun temurun masyarakat Indonesia.

Namun, dalam kurun waktu dua tahun ini, tradisi mudik yang sudah dinanti-nanti terpaksa harus ditunda dulu.

Silaturahmi dengan keluarga, saudara, sahabat, dan teman untuk sementara dilakukan secara virtual dulu.

Halaman
1234
Penulis: Sumarsono
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved