Berita Paser Terkini

Dishub Paser Bakal Gelar Operasi Gabungan Penertiban Truk Bermuatan Sawit

Setelah insiden terbaliknya kendaraan truk bermuatan kelapa sawit di jalan Gajah Mada, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Kendaraan pengangkut sawit yang melintas di Jalan Noto Sunardi, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur pada Senin (26/4/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Setelah insiden terbaliknya kendaraan truk bermuatan kelapa sawit di jalan Gajah Mada, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur pada Maret 2021 lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Paser akan menggelar operasi gabungan penertiban kendaraan bermuatan kelapa Sawit.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Paser Inayatullah saat dikonfirmasi melalui WA. Senin, (26/4/2021).

Ia menegaskan Pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda Paser.

Baca Juga: Indonesia Kuasai Pasar Sawit di ASEAN, Regional Leader Bagi Pasar Dunia

Baca Juga: Perkebunan Sawit di Kalimantan Timur jadi Sektor Terkuat Selama Covid-19 pada Tahun Lalu

"Kami telah melakukan rapat koordinasi bersama polres dan satpol PP untuk melakukan operasi gabungan terkait dengan maraknya angkutan sawit yang melintas kedalam kota ini," ujarnya.

Pelaksanaan penertiban tersebut lanjutnya, sedang dalam tahap pengaturan jadwal dan yang jelas akan ada action sebelum hari raya idulfiti 1442 hijriah.

Baca Juga: Warga Kubar Tuding Perusahaan Sawit dan Buah Segar jadi Penyebab Jalanan Rusak, Rawan Kecelakaan 

"Berkaitan dengan tempat tidak hanya disatu titik, namun ada beberapa tempat atau sistem hunting," paparnya.

Menurutnya, berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2007 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), truk bermuatan sawit tidak dilarang untuk melintas atau menggunakan jalan umum di wilayah kota.

Baca Juga: Baru 27 Persen Perusahaan Sawit di Kalimantan Timur Kantongi ISPO, Begini Kendalanya

Akan tetapi ada persyaratan-persyaratan tertentu untuk dipenuhi.

"Kami harus mengecek mengenai persyaratan-persyaratan jalan tersebut, karena hal ini berpotensi terhadap kerusakan-kerusakan jalan atau kecelakaan lalulintas," tandasnya.

Baca Juga: Kontribusi Positif Neraca Perdagangan, Permintaan Olahan Hilir Sawit Naik 20 Persen

Baca Juga: Pria Asal Malang Terbujur Kaku di Pinggir Kebun Kelapa Sawit Desa Labangka Penajam Paser Utara

Inayatullah menyatakan, sebelumnya belum pernah dilakukan penertiban kendaraan bermuatan sawit dan menganggap hal tersebut merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dalam rangka mencegah terjadinya kecelakaan dan menjaga usia jalan.

Penulis Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved