Jumat, 24 April 2026

Berita Kutim Terkini

Pabrik Methanol di Kutim Butuh Puluhan Ribu Naker, Ini Kemampuan Harus Dimiliki

Pabrik Coal To Methanol pertama se-Asia Tenggara akan hadir di Kabupaten Kutai Timur.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Kepala Disnakertrans Kutim Sudirman Latif mengatakan bahwa setidaknya terdapat 15.000 tenaga kerja dibutuhkan oleh perusahaan metanol yang akan hadir di Kecamatan Bengan Kabupaten Kutim.TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pabrik Coal To Methanol pertama se-Asia Tenggara akan hadir di Kabupaten Kutai Timur.

Perusahaan gasifikasi batubara tersebut nantinya bertempat di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.

Pemerintah daerah menyambut hadirnya perusahaan yang digadang-gadang menyerap lebih dari 10 ribu tenaga kerja (Naker) tersebut dengan sangat antusias.

Baca Juga: Pemkab dan DPRD Kutim Tandatangani MoU Rancangan Awal RPJMD Tahun 2021-2026, Tujuh Poin Disepakati

Seakan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan besar tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur mendata informasi kemampuan naker yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Hal tersebut bermanfaat supaya masyarakat Kutai Timur bisa membekali diri dengan kemampuan yang dibutuhkan sehingga dapat terserap secara maksimal apabila lowongan telah dibuka.

Kepala Disnakertrans Kutim Sudirman Latif mengatakan bahwa setidaknya terdapat 15.000 tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan dalam dua periode yang berbeda.

"Ada dua perusahaan yang nantinya beroperasi di Desa Sekerat, yakni PT BCIP dan PT Air Products East Kalimantan," ujarnya Rabu (28/4/2021).

Baca Juga: DPRD Kutim Paripurna Laporan Bapemperda RPJMD 2021-2026, Masukan Dirangkum jadi 7 Poin

Serapan pekerja besar-besaran akan terjadi sejak tahun 2021 hingga 2024 di bawah masa operasi kedua perusahaan tersebut.

Tahun 2021, PT BCIP membutuhkan kurang lebih 8.000 tenaga kerja yang nantinya bergerak di tiga sektor persiapan dan pembangunan.

"PT BCIP nanti bergerak di tiga sektor, yaitu persiapan lahan, kemudian pembangunan akomodasi atau camp, dan terakhir pembangunan pelabuhan khusus," ucapnya pada TribunKaltim.Co.

Pengerjaan tersebut akan berlangsung di waktu dekat, pada tahun 2021 hingga awal tahun 2022.

Selanjutnya di tahun 2022 hingga tahun 2024, PT Air Products East Kalimantan yang selanjutnya membuka lowongan pekerjaan secara besar-besaran.

"Tahun 2022 dibutuhkan tenaga kerja sebanyak 2.000 orang, kemudian di tahun 2023 sebanyak 3.000 orang, lalu tahun 2024 dibutuhkan lagi sebanyak 2000 tenaga kerja," jelasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved