Jumat, 12 Juni 2026

Virus Corona

Alur Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dipersingkat, Bakal Datang 1,8 Juta Dosis AstraZeneca Gratis

Rencananya akan datang lagi sekitar 1,8 juta vaksin AstraZeneca yang gratis sehingga totalnya ada 5,6 juta.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
freepik
Vaksinasi Covid-19. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, pemerintah sudah mulai mempersingkat alur pelaksanaan vakinasi virus corona (COVID-19) di Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Rencananya akan datang lagi sekitar 1,8 juta vaksin AstraZeneca yang gratis sehingga totalnya ada 5,6 juta.

Dan rencananya Biofarma akan memproduksi sekitar 18 juta vaksin Sinovac untuk bulan ini.

Karena itu, kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, pemerintah sudah mulai mempersingkat alur pelaksanaan vakinasi virus corona (COVID-19) di Indonesia.

Vaksinasi yang biasanya dilakukan empat meja, kini diubah menjadi dua meja.

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Samarinda, Tambah 2 Kasus Meninggal Positif Covid-19, Ada Politikus Golkar

Dikatakan Budi Sadikin, perubahan alur pelaksanaan tersebut juga telah ditinjau langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita sudah mengubah proses vakinasi, yang tadinya empat meja menjadi dua meja," kata Budi Sadikin dalam video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Kabinet RI, Senin (3/5/2021).

"Jadi tadi pagi sudah ditinjau Presiden di Tamrin City dan juga di Grand Indonesia," sambungnya.

Budi Sadikin menambahkan, dengan alur pelaksanaan baru tersebut, waktu tunggu vaksnasi hanya memerlukan 15 menit.

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Indonesia, Kasus Positif Covid-19 Meningkat jadi 4.402 Pasien, 94 Orang Wafat

Sehingga hal itu dapat mempercepat proses vaksinasi di Indonesia.

Lebih lanjut, Budi Sadikin menyampaikan per Jumat (30/4/2021) lalu vaksinasi telah mencapai 20 juta suntikan.

Dalam satu bulan, yaitu mulai akhir Maret hingga 30 April 2020, 10 juta dosis vaksin telah disuntikkan ke 12,5 juta rakyat Indonesia.

Vaksinasi itu terbilang cukup cepat, dibanding 10 juta dosis sebelumnya yang disuntikkan pada Januari hingga Maret.

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Kutim, Satu Lansia dari Wilker PKM Telen Meninggal Dunia

Selanjutnya, pemerintah berharap ke depannya proses vaksinasi bisa lebih cepat lagi, terlebih dengan adanya bantuan dari program yang gratis.

"Alhamdulillah dengan bantuan Presiden, diharapkan bahwa bulan ini kita sudah kedatangan 3,8 juta vaksin AstraZeneca dari program yang gratis."

Rencananya akan datang lagi sekitar 1,8 juta vaksin AstraZeneca yang gratis sehingga totalnya ada 5,6 juta.

"Dan rencananya Biofarma akan memproduksi sekitar 18 juta vaksin Sinovac untuk bulan ini," jelas Budi Sadikin.

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Target Vaksinasi Dikebut, Cakup 50 Persen Guru Hingga Pekan Depan

Untuk itu, Budi Sadikin meminta masyarakat bisa segera vaksinasi.

Sebab, selama kasus mutasi varian of concern COVID-19 dari India, Afrika Selatan, dan Inggirs masih sedikit adalah saat yang tepat untuk sesegera mungkin vaksinasi.

3 Pelajar Terpapar Virus Corona

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan mewaspadai penularan kasus Covid-19 di usia muda.

Sebab, lebih dari 50 persen kasus terkonfirmasi positif baru hari ini berada di rentang usia 10 tahun sampai 35 tahun.

Berdasar data yang disampaikan, Satgas Covid-19 Balikpapan juga menemukan tiga kasus positif yang turut memapar pelajar.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Aktivitas Warga Balikpapan Terancam Kembali Diperketat

Baca Juga: Dishub Kaltim Akui Belum Terima Addendum Surat Edaran Pengetatan Mudik dari Satgas Covid Pusat

Padahal pembelajaran tatap muka di Kota Balikpapan saat ini belum berjalan sesuai dengan rencana di bulan Mei 2021.

"Ada tiga orang yang usianya masih muda dan berstatus pelajar,” ujar Rizal Effendi saat menyampaikan rilis, Sabtu (24/4/2021).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Balikpapan, Andi Sri Juliarty menambahkan kebanyakan kasus berasal dari perluasan tracing.

Ia menduga adanya kebocoran pada penegakan protokol kesehatan Covid-19 di keluarga dalam menerapkan 5M.

"Entah terpapar saat buka puasa atau terpapar di tempat lain yang jelas tracing keluarga," kata Andi Sri Juliarty.

Dengan adanya kasus berusia muda, Walikota Balikpapan Rizal Effendi pun akan kembali mempertimbangkan sejumlah kelonggaran.

Khususnya di sejumlah tempat yang menimbulkan keramaian, seperti halnya kafe yang ramai di malam hari.

Berita tentang Virus Corona

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menkes: Pemerintah Mulai Persingkat Alur Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved