Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Inflasi Momen Ramadhan Kota Balikpapan, Terendah Dalam Kurun 3 Tahun Terakhir

Balikpapan mengalami inflasi terendah dalam waktu 3 tahun terakhir. Pada laporan April 2021 lalu, Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,02% (mtm

TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO
Jaga ketersediaan pasokan pangan jelang lebaran, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan lakukan sidak, Selasa (4/5/21). TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Balikpapan mengalami inflasi terendah dalam waktu 3 tahun terakhir. Pada laporan April 2021 lalu, Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,02% (mtm).

Ini lebih rendah dibandingkan bulan Maret 2021 sebesar 0,16% (mtm), Selasa (4/5/21).

Sementara secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat sebesar 0,57% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional (1,42%-yoy) maupun Kalimantan Timur (1,05%-yoy).

Menurut Sri Darmadi Sudibyo, Deputi Direktur BI Balikpapan, inflasi pada bulan Ramadhan disebabkan oleh kenaikan harga pada kelompok transportasi dengan andil 0,02% (mtm), didorong kenaikan tarif angkutan udara sebagai dampak dari antisipasi masyarakat menjelang penutupan temporer moda transportasi pada tanggal 6 – 17 Mei 2021.

Baca juga: Wabup Paser Syarifah Masitah Assegaf Dukung Upaya TPID dan BI Buat Pengendalian Inflasi Daerah

"Inflasi juga dialami oleh kelompok pakaian dan alas kaki dengan andil 0,01% (mtm), sejalan dengan naiknya permintaan menjelang hari raya Idul Fitri khususnya baju kaos berkerah pria," ujar Sri Darmadi Sudibyo.

"Selain itu, inflasi juga dialami oleh kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dengan andil 0,01% (mtm) yang disebabkan oleh naiknya harga komoditas keramik dan seng," jelasnya.

Jaga ketersediaan pasokan pangan jelang lebaran, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan lakukan sidak, Selasa (4/5/21). TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO
Jaga ketersediaan pasokan pangan jelang lebaran, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan lakukan sidak, Selasa (4/5/21). TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO (TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO)

Di sisi lain, menurutnya kelompok informasi komunikasi dan jasa lainnya mengalami deflasi dengan andil -0,02% (mtm), yang dipengaruhi oleh menurunnya harga telepon seluler.

Deflasi juga dialami oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (andil -0,01%/mtm) yang didorong oleh berlanjutnya penurunan harga emas perhiasan seiring dengan tren penurunan harga emas di pasar global.

Baca juga: Kenaikan Tarif Angkutan Udara di Balikpapan Dorong Inflasi April 2021, Terendah 3 Tahun Terakhir

"Ke depan, beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberikan tekanan inflasi, diantaranya adalah naiknya permintaan menjelang Idul Fitri 1442 H, terutama komoditas makanan, minuman dan makanan jadi sebagai dampak larangan mudik Lebaran," jelasnya.

Lalu kenaikan harga daging-dagingan seperti daging sapi dan daging ayam ras mendekati Lebaran.

Selanjutnya, menurunnya pasokan ikan-ikanan di tengah cuaca yang kurang kondusif, serta peningkatan tarif cukai rokok terhadap harga rokok.

Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan terus bersinergi dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi terutama menjelang Idul Fitri 1442 H ini, serta memperkuat koordinasi guna menjaga inflasi tetap rendah dan stabil menuju sasaran 3% + 1. (*)

Berita tentang Balikpapan

Penulis: Bella Evanglista
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved