Kamis, 9 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Sidak Bapenda dan BKP2D, Duga Absensi Pegawai Disabotase

Walikota Samarinda Andi Harun melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan BKP2D

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Walikota Samarinda Andi Harun melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Kepegawaian, Pendidikan, Pelatihan Daerah (BKP2D) Samarinda, Rabu (5/5/2021).TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda Andi Harun melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Kepegawaian, Pendidikan, Pelatihan Daerah (BKP2D) Samarinda, Rabu (5/5/2021).

Dalam Sidak tersebut, ia memperhatikan absensi kehadiran dari para pegawai di instansi tersebut serta kondisi toiletnya.

Andi Harun menduga bahwa ada sabotase kehadiran para pegawai.

Baca Juga: Abrasi di Bawah Jembatan Mahkota Dua Samarinda, PT Nindya Karya Targetkan Pengerjaan 2 Minggu

Baca Juga: Kadishub Nunukan Bolehkan Jalan Darat Sei Ular-Samarinda untuk Logistik, Jika Melanggar Putar Balik

"Kalau dugaan saya itu disabotase. Itu dugaan saya, kalau dugaan bisa benar, bisa juga tidak," ungkap AH sapaan karibnya kepada awak media, Rabu (5/5/2021).

Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut menuturkan, bahwa yang jelas di dua dinas tersebut, belum maksimal pengelolaan administrasi kepegawaian.

Kendati demikian, Ia mengaku sudah mengingatkan kepada OPD - OPD, dan bahkan sudah memanggil Inspektorat, serta juga Asisten III Pemerintah Kota (Pemkot) Ali Fitri Noor terkait permasalahan tersebut

Baca Juga: Apel Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2021, Walikota Samarinda Andi Harun Ingatkan Covid-19 di India

Baca Juga: Bersama YRFI Kaltim, Yamaha Berbagi Kasih ke Pondok Pesantren di Samarinda

"Yang jelas dua dinas itu masih belum oke pengelolaan administrasi kepegawaiannya," tuturnya.

Ia mengatakan, untuk masalah absensi saja tidak bisa diselesaikan, namun bagaimana bisa berfikir membantu menangani masalah banjir dan berfikir masalah sampah.

"Ini masalah absensi tidak bisa selesai, bagaimana bisa berfikir banjir dan berfikir masalah sampahnya. Soal absen saja kita tidak bisa selesai. Kalau butuh alat berapa alat yang kita beli," tegasnya.

Baca Juga: 410 Personel Gabungan Lakukan Penyekatan di Empat Titik Batas Samarinda

Baca Juga: Sehari Sebelum Larangan Mudik, Terminal Lempake Samarinda Berangkatkan Tiga Unit Bus, Ini Tujuannya

Orang nomor satu di lingkup pemerintahan Kota Tepian Julukan Kota Samarinda, akan melakukan sidak ke beberapa OPD lagi terkait permasalahan absensi kehadiran tersebut.

"Ini satu - satu, ini mungkin besok di bagian protokol," pungkasnya. (*)

Berita tentang Samarinda

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved