Virus Corona
Menyusul Tsunami India, Kali Ini Nepal di Ambang Petaka Covid-19
Warga India merasa percaya diri, kasus Corona turun, kemudian konsep protokol kesehatan banyaj diabaikan, akhirnya berbuah wabah Corona lagi
TRIBUNKALTIM.CO, KATHMANDU – India dilanda tsunami Covid-19, setelah sebelumnya merasa kasus Corona menurun.
Warga India merasa percaya diri, kasus Corona turun, kemudian konsep protokol kesehatan banyak diabaikan, akhirnya berbuah wabah Corona lagi.
Selain India, kini Nepal dikabarkan akan mengalami hal serupa.
Sebagai solusi, kebijakan isolasi (lockdown) diberlakukan bulan lalu di kota-kota besar dan kecil.
Baca Juga: Nunukan Masih Zona Orange Pandemi Corona, Salat Idul Fitri 1442 H Dimungkinkan di Rumah Saja
Dan Nepal minggu ini menghentikan penerbangan domestik dan internasional.
Para dokter di Nepal telah memperingatkan kemungkinan petaka besar Covid-19 di negara itu, sebagaimana terjadi di negara tetangganya, India.
Kasus virus korona di Nepal pada Jumat (7/5/2021) waktu setempat, mencapai rekor dan rumah sakit kehabisan tempat tidur serta stok oksigen untuk pasien.
Nepal melaporkan 9.070 kasus baru yang dikonfirmasi pada Kamis, dibandingkan 298 bulan lalu.
Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Bontang, 19 Orang Positif Covid-19, Kelurahan Lok Tuan Kembali Zona Merah
Lebih dari 3.500 orang telah meninggal dunia sejak pandemi dimulai.
Laporan laman berita Aljazeera.com, Sabtu (8/5/2021), sebanyak 400 di antaranya meninggal dalam dua minggu terakhir saja.
“Saat ini tidak ada tempat tidur yang tersedia saat ini di rumah sakit mana pun yang merawat pasien Covid,” kata Jyotindra Sharma, Kepala Rumah Sakit Pengobatan & Bedah Lanjutan di Kathmandu dikutip kantor berita The Associated Press.
"Bahkan jika ada tempat tidur yang disediakan, ada kelangkaan oksigen yang sangat besar dan kami tidak berada di puncak krisis ini," imbuhnya.
Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Kutim, Satu Lansia dari Wilker PKM Telen Meninggal Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-jenis-baru.jpg)