Rabu, 15 April 2026

Lebaran Idul Fitri 2021

Harga Sembako di Samarinda Diambang Normal, Klaim Dinas Perdagangan Usai Tinjau Pasar

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas, ikut serta dalam kegiatan peninjauan Bahan Pokok dan Bahan Penting.

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Walikota Samarinda, Andi Harun, saat memantau Bahan Pokok dan Bahan Penting (Bapokting) di Pasar Segiri Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (10/5/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

Walikota Samarinda Andi Harun mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda lakukan peninjauan Bahan Pokok dan Bahan Penting (Bapokting) di beberapa titik di Samarinda menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Senin (10/5/2021).

Kegiatan tersebut, turut ditemani Wakil Walikota Samarinda Rusmadi, dan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Perdagangan Kota Samarinda.

Perjalanan rombongan tersebut dimulai dari Pasar Segiri Samarinda di jalan Pahlawan, Samarinda.

Lalu ke Indogrosir jalan A.W Syahranie, ke SPBU di jalan Juanda, serta terakhir di Perum Bulog Samarinda.

Baca Juga: Harga Sembako di Tarakan, 3 Hari Sebelum Idul Fitri, Pembelian Ikan Sepi Dampak dari Covid-19

"Kita mengecek pasokan bahan pangan dan harga apakah mencukupi menjelang hari raya idul fitri 1442 Hijriah," ujarnya saat diwawancarai awak media.

AH sapaan karibnya, melanjutkan bahwa mengalami kenaikan harga paling terasa terjadi di pasar tradisional.

Seperti halnya daging, ikan, ayam dan juga cabai, peningkatannya dari 20 sampai 100 persen.

"Ini akan menjadi bahan kajian bagi Pemkot Samarinda, BI wilayah Kaltim, serta stakeholder lain. Karena hal ini (Daya beli masyarakat) menjadi faktor mempengaruhi inflasi," tuturnya.

Baca Juga: Harga Sembako di Bulungan, Jelang Lebaran 2021, Bupati Syarwani Pastikan Pasokan Aman

Baca Juga: Harga Sembako di Tarakan, 5 Hari Sebelum Idul Fitri, Cabai Masih Rp 130 Ribu dan Ayam Rp 45 Ribu

Mantan Wakil Ketua DPRD Samarinda tersebut mengaku, pihaknya akan mengkaji untuk mengetahui apa yang menjadi faktor kenaikan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) itu.

Apakah terjadi lantaran kurangnya pasokan yang akhirnya berlaku 'supplay and demand', atau karena proses distribusi, ataukah malah masalah struktural pasarnya.

"Supaya kita tidak berspekulatif, kita akan pelajari data ini. Dan mudah-mudahan pada lebaran idul adha mendatang, harga sudah bisa kita tekan. Kita akan urai semua secara detailnya," jelasnya.

Lantaran, tuturnya harga komoditas pada bahan yang lain telah dikategorikan aman, seperti halnya beras, jika adanya tak lebih dari 5 persen besarannya, sehingga perlunya evaluasi itu.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved