Virus Corona di Nunukan

Belum Sempat PCR Swab, 67 Pekerja Imigran Ilegal di Sebatik Nunukan Kabur

Sebanyak 67 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia, kabur sebelum dilakukan PCR swab oleh petugas, Rabu (19/5/2021) sore

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FELIS
KEDATANGAN - Ratusan PMI menjalani karantina mandiri di Rusunawa Nunukan, Jalan Ujang Dewa, Sedadap, Kelurahan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, belum lama ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Sebanyak 67 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia, kabur sebelum dilakukan PCR swab oleh petugas, Rabu (19/5/2021) sore.

Dikabarkan, saat itu ada sebanyak 121 PMI yang kembali ke tanah air secara ilegal melalui jalur 'tikus' di Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. 

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Kombes Pol Hotma Victor Sihombing, mengatakan, saat ratusan PMI itu tiba di Bambangan, Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, untuk dilakukan pemeriksaan PCR swab, 72 orang di antaranya kabur.

Namun, 5 orang diantaranya berhasil ditemukan oleh petugas. Sehingga tersisa 67 PMI yang belum ditemukan hingga saat ini.

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Nunukan, Pekerja Imigran Pulang Secara Ilegal, 1 Terindikasi Positif Covid-19

Hal itu terjadi akibat tak ada petugas keamanan satupun yang mengawal ratusan PMI tersebut.

"Iya saya dapat informasinya malam hari. Nggak ada yang awasi mereka. Jadi hanya dinaikkan angkutan saja. Sampai di Bambangan mereka bingung mau lakukan apa. Tapi ada dokter di situ yang sudah siaga untuk pemeriksaan PCR Swab. Karena jumlahnya ratusan, jadi nggak ketahuan. Hilang satu persatu. Saat ini tersisa 54 orang karena 5 orang berhasil ditemukan petugas," kata Hotma Victor Sihombing kepada TribunKaltara.com, Jumat (21/5/2021).

Menurut Viktor, kepulangan ratusan PMI secara ilegal itu difasilitasi oleh 5 orang yang diketahui merupakan calo.

Ia meminta kepada Satpol PP, masyarakat, termasuk calo untuk segera melaporkan kepada BP2MI Nunukan bila mengetahui keberadaan 67 PMI yang kabur itu.

Baca Juga: Ratusan Pekerja Migran Indonesia Pulang via Sei Nyamuk Nunukan, Pihak Calo Terancam Pidana

"Bukannya kami melarang mereka pulang. Tapi harus diperiksa kesehatannya dulu," ujarnya,

Jangan sampai mereka terinfeksi Covid-19, otomatis bisa menulari warga di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. 

"Untung 54 PMI itu dikawal 2 personel TNI. Jadi kami jemput di Tunon Taka lengkap 54 orang," ucapnya.

Pria berpangkat tiga bunga di pundak itu, mengaku pihaknya akan menyusuri tempat yang biasa dijadikan tempat persembunyian PMI.

Ia khawatirkan, 67 PMI itu akan kabur menggunakan kapal Pelni yang akan tiba dalam waktu dekat.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved