Rabu, 29 April 2026

Berita Kutai Barat Terkini

Air Sungai Mahakam di Kubar Meluap, Merendam Pekarangan Rumah Warga Setinggi Lutut Orang Dewasa

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu, membuat air Sungai Mahakam meluap dan merendam pekarangan rumah warga

Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Luapan air sungai mahakam yang naik dan merendam pekarangan rumah warga di Kampung Long Iram Kutai Barat.TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu, membuat air Sungai Mahakam meluap dan merendam pekarangan rumah warga di sejumlah Kampung di Kutai Barat.

Seperti yang terpantau di Kampung Long Iram dan Long Iram Seberang, luapan air yang terjadi sejak pekan lalau hingga kini , Minggu (23/5) masih merendam rumah warga.

Akibatnya, aktifitas warga yang tinggal di sekitar Kampung Long Iram dan Kampung Long Iram tergangu.

Baca Juga: BPBD Berau Belum Pastikan Kerugian Setelah Banjir

Baca Juga: Tangani Masalah Banjir, Dipasang Jaring Tangkap Sampah di Sungai Karang Mumus Samarinda

Lantaran ketinggian air tersebut sudah mulai menggenangi akses jalan di kampung yang berada di pinggiran Sungai Mahakam

"Karena hujan yang terus turun sejak beberapa hari lalu, ketinggian air mulai meningkat. Bahkan sudah mencapai 20-60 cm atau setinggi lutut orang dewasa," kata Petinggi Kampung Long Iram Seberang, Fahrizal, Minggu (23/5/2021).

Dikatakannya bahwa ketinggian air tersebut masih mungkin untuk terus bertambah. Jika hujan masih terus mengguyur khususnya di daerah Kabupaten Mahulu.

Baca Juga: BPBD Malinau Minta Potensi Banjir Segera Dilaporkan, Waspada Kondisi Cuaca Ekstrem

Baca Juga: Wabup Kukar Rendi Solihin Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Sangasanga Kutai Kartanegara

Sebab, meningkatnya air Sungai Mahakam ini juga disebabkan oleh hujan yang terus terjadi di kabupaten tersebut.

Sementara itu, untuk di Kabupaten Mahulu ketinggian air masih tetap bertahan. Walaupun air tidak sampai masuk ataupun merendam rumah warga.

Namun musibah banjir seperti tahun-tahun sebelumnya masih mungkin terjadi. Dikarenakan hujan yang memang masih mengguyur kabupaten termuda di Kalimantan Timur (Kaltim) ini.

"Masih sering hujan dan air juga masih tetap tinggi. Khawatirnya kami kalau terjadi banjir seperti tahun-tahun kemarin. Makanya kami tetap selalu waspada," kata Riki, salah satu warga sekitar. 

Baca Juga: Diduga Air Kiriman dari Hulu Sungai Belayan, 8 Desa di Kecamatan Kembang Janggut Kukar Banjir

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved