Senin, 4 Mei 2026

Virus Corona

Penanaman Pohon Secara Online di Shimane, Dilakukan oleh Kaisar Jepang Naruhito

Pertama kali dalam sejarah Kaisar Jepang melakukan penanaman pohon secara online karena adanya deklarasi darurat (PSBB) Covid-19 di Jepang.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNNEWS.COM
Lokasi penanaman pohon di Shimane yang rencananya akan dihadiri kaisar Jepang, Minggu (30/5/2021) tapi akhirnya dilakukan secara online. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo) 

TRIBUNKALTIM.CO, TOKYO - Pertama kali dalam sejarah Kaisar Jepang melakukan penanaman pohon secara online karena adanya deklarasi darurat (PSBB) Covid-19 di Jepang yang akan berakhir 20 Juni 2021.

Festival penanaman pohon nasional, yang ditunda selama satu tahun karena pengaruh virus corona, semula akan diadakan di Kota Oda, Prefektur Shimane pada tanggal 30 Mei 2021 oleh kaisar Jepang Naruhio.

"Namun karena adanya PSBB harus dilakukan lewat online pertama kali," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (29/5/2021).

Festival penanaman pohon nasional akan diadakan pada sore hari tanggal 30 Mei 2021 di "Sanbesankitanohara" di Kota Oda, Prefektur Shimane.

Baca Juga: Menanam Pohon, Polresta Samarinda Bersama Pondok Pesantren Tursinah, Ingin Lebih Teduh

Yang Mulia Kaisar akan menghadiri upacara tersebut dari jarak jauh dari rumah tinggal pribadi Kekaisaran Akasaka di Minato-ku, Tokyo, di mana Kaisar dan keluarga berdomisili.

Permaisuri juga akan berpartisipasi jika tidak ada masalah dengan kondisi fisiknya.

Hal tersebut akan terhubung ke tempat lokal dengan video langsung, dan keadaan upacara akan ditampilkan di monitor besar, dan Yang Mulia Kaisar akan menyampaikan pidatonya sore ini.

Kemudian, bibit sugi dan sciadopity ditanam dan dikirim ke Prefektur Shimane di kemudian hari.

Baca Juga: Melawan Pemanasan Global, Sekolah Negeri di Tenggarong Ini Terapkan Satu Pelajar Menanam Pohon

Yang Mulia Kaisar seharusnya menghadiri acara seperti Festival Olahraga Nasional setiap tahun selain festival penanaman pohon.

Tetapi tahun lalu, karena pengaruh virus corona, semua kunjungan lokal dalam negeri Jepang yang terkait dengan acara tahunan tersebut ditunda.

Pada festival penanaman pohon, yang akan diadakan satu tahun kemudian, upacara akan diadakan dari jarak jauh untuk pertama kalinya berdasarkan situasi infeksi.

Baca Juga: Hari Menanam Pohon Indonesia 2018, PLN Tanam 22.000 Pohon di Seluruh Wilayah Operasi

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Manfaat Tanam Pohon Bakau

Desa Muara Adang, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, memiliki potensi sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Selain menghasilkan bandeng berkualitas baik, desa tersebut menghasilkan beberapa produksi yang membangun desa.

Salah satunya adalah produksi sarang walet.

Sepanjang desa tidak hanya terlihat bakau maupun tambak ikan bandeng saja. Namun beberapa bangunan terbuat dari seng menjuntai tinggi berdiri di area desa tersebut.

Bangunan tersebut adalah sarang walet.

Baca Juga: Jelang Pilkada Bontang 2020, Disdukcapil Gencar Serukan Perekaman KTP Elektronik

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Poros Samarinda Bontang, 2 Motor Adu Banteng dengan Truk, Nyawa Melayang

Melalui Kepala Desa Muara Adang Kabupaten Paser, Kurniansyah, Senin (16/11/2020) mengatakan sarang walet ini hadir kurang lebih hampir 10 tahun lalu.

Masyarakat menilai adanya adanya nilai ekonomi dalam budidaya sarang walet.

Meskipun begitu dengan adanya sarang walet ini tidak mengganggu ekosistem Yang ada di kawasan desa tersebut.

ILUSTRASI Mangrove Center Graha Indah, Kariangau, Balikpapan.
ILUSTRASI Mangrove Center Graha Indah, Kariangau, Balikpapan. (TRIBUNKALTIM.CO/CAHYO ADI WIDANANTO)

Selain itu ia melihat manfaat dari hutan mangrove tersebut yang berhubungan dengan burung walet.

Dengan banyaknya hutan mangrove di area ini khususnya di kawasan tambak membuat nyamuk senang berkembang biak.

Baca Juga: Kabar Baik, Penanganan Corona di Indonesia Tunjukan Hasil Signifikan, Simak Data Berikut Ini

Baca Juga: Mendikbud Nadiem Makarim Bolehkan Pembelajaran Tatap Muka di Rote Ndao dengan Syarat Berikut Ini

"Nyamuk itulah yang dijadikan sebagai makanan burung walet," ucap Kurniansyah kepada TribunKaltim.co.

Merangsang Burung Walet

Sementara itu, Haerul warga sekaligus peternak burung walet mengatakan dengan adanya hutan mangrove tersebut dapat merangsang produktifitas walet dalam berkembang biak.

Sehingga meningkatkan pembuatan sarang walet itu sendiri.

Selain itu ia mengatakan pengambilan sarang burung walet ada aturannya sendiri. Aturan tersebut tidak boleh mengganggu kehidupan antara indukan walet dengan anaknya sendiri.

"Jadi kita ambil sarangnya saat anak walet sudah bisa terbang dan mandiri. Kita tidak boleh mengambil sarang itu saat masih ada anaknya," ucap Haerul.

Sementara itu Iwan peternak walet lainnya mengatakan harus bersabar dalam mengembangkan bisnis sarang burung walet.

Sebab di tahun-tahun awal tidak boleh mengganggu walet saat ingin menggunakan bangunan tersebut sebagai sarangnya.

"Kita tidak boleh mengganggu biarkan para walet nyaman dulu ketika bersarang. Paling tidak dua tahun tidak boleh diambil (sarangnya)," ucapnya.

Baca Juga: Ekonomi Kaltim Mulai Membaik, Ekspor Batu Bara dan CPO Menggeliat

Baca Juga: Politisi Senior Partai Keadilan Sejahtera Sarankan Mahfud MD Temui Rizieq Shihab

Baca Juga: Azerbaijan dan Armenia Bersepakat Akhiri Perang, Sudah Enam Pekan Bertempur

Baca Juga: Pemkab Kukar Buat Pemeliharaan Jembatan Ing Martadipura Kota Bangun, Kirim Personel Atur Lalu Lintas

Dari penuturannya, beberapa peternak senior pun mampu menghasilkan jenis sarang walet terbaik.

Jenis sarang walet terbaik menurutnya adalah sarang mangkok.

Ilustrasi - Sarang burung walet
Ilustrasi - Sarang burung walet (KOMPAS.COM)

Jenis sarang tersebut berbentuk melingkar seperti mangkuk.

Harga jual sarang mangkuk itu cukup tinggi. Sekilo saja dibanderol Rp 14 juta.

Sementara untuk kualitas rendah adalah jenis sarang yang tidak berbentuk mangkuk atau sarangnya pecah tidak sempurna.

"Kalau dicampur sekilonya bisa Rp 11 juta," ucapnya.

Baca Juga: Ekspansi ke Negaranya Presiden Rodrigo Duterte, Alfamart Buka Gerai ke-1000, Serap 8 Ribu Pekerja

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Balikpapan Senin 16 November 2020, BMKG Sebut Bakal Ada Hujan Ringan dan Sedang

Desa Muara Adang terpilih dalam program Forest Carbon Partnership Facility (FPCF).

Program dari Bank Dunia ini menunjuk Kalimantan Timur menjadi bagian dari program tersebut.

Program tersebut baru dimulai pada tahun 2015.

Baca Juga: Pemerintah Minta Warga Tenang, Kasus Flu Burung Sudah Nihil di Bontang

Baca Juga: Berniat Pulang ke Rumah, 2 Bocah Balikpapan Terjatuh di Selokan, Satu Masih dalam Pencarian

Selama Lima tahun berselang sekitar 99 desa telah disosialisasikan terhadap program tersebut. (TribunKaltim.co)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kaisar Jepang Naruhito Melakukan Penanaman Pohon di Shimane Secara Online 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved