Breaking News:

Opini

Menunggu Program 100 Hari Kerja Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud

Berbeda dengan kepala daerah lainnya, Rahmad Mas’ud, Senin (31/5/2021) kemarin dilantik sendiri tanpa wakil oleh Gubernur Kalimantan Timur

Penulis: Sumarsono | Editor: Syaiful Syafar
FOTO: Yudi via Instagram @humas.pemkot.balikpapan
Rahmad Mas'ud resmi dilantik sebagai Wali Kota Balikpapan oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Senin (31/5/2021). 

Oleh Sumarsono

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Balikpapan

TRIBUNKALTIM.CO - HAMPIR setiap pejabat daerah, Walikota/Bupati, Gubernur hingga Presiden selalu ditanya soal program atau target 100 hari kerja.

Sementara masa jabatan kepala daerah maupun presiden adalah lima tahun. Mengapa start awal 100 hari seakan menjadi moment penting dan selalu ditagih oleh masyarakat?

Pernyataan ini sebenarnya terkesan basa-basi yang selalu muncul di awal-awal pemerintahan.

Setelah dilantik menjadi Walikota, Bupati ataupun Gubernur tentu perlu proses yang namanya pengenalan lingkungan, baik ruang, fasilitas kerja di kantor maupun pejabat hingga staf yang berada di bawahnya.

Bahwa, dalam kampanye seorang calon kepala daerah telah menawarkan program, visi dan misi ketika nanti terpilih, jawabnya iya.

Namun, untuk bisa membaca apalagi mengetahui realisasi atau capain seorang kepala daerah melaksanakan programnya tidak cukup dalam waktu 100 hari.

Baca juga: Usai Lantik Rahmad Masud, Gubernur Kaltim Minta Walikota Balikpapan Tetap Tekan Angka Covid-19

Meski demikian, ibarat atlet lari keberhasilan akhir bisa dilihat dari start awal bagaimana dia melesat begitu tanda start dimulai.

Demikian juga dengan kepala daerah, dalam hal ini yang baru saja dilantik, Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved