Berita Bontang Terkini
Dugaan Pungli di Pasar Tamrin Bontang, Pedagang Mengaku Ditagih Setiap Hari
Dugaan praktik pungutan liar terjadi di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang, Provinsi Kalimantan Timur
Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Dugaan praktik pungutan liar terjadi di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.
Informasi yang dilansir TribunKaltim.Co dari pedagang, tarif pungutan uang listrik dan air per harinya sebesar Rp 5 hingga 9 ribu.
Penarikan tarif liar ini telah berjalan dejak 7 bulan terakhir. Banyak pedagang mengira pungutan uang listrik dan air itu bukan praktik ilegal.
Pedagang ayam, Sumarni mengaku, saban hari dirinya membayar Rp 5 ribu ke oknum yang mengenakan pakaian dinas.
Baca Juga: Unit Pelaksana Teknis Terima Banyak Keluhan dari Para Pedagang Pasar Tamrin Bontang
Baca Juga: DPMPTSP Klarifikasi Soal Dugaan Pungli Lembaganya dan Izin Restoran Cepat Saji di Samarinda
Pria yang tak diketahui namanya itu selalu menarif uang uang pedagang dengan alasan untuk keperluan air dan listrik di Pasar Tamrin.
"Cuman hari ini belum ada lagi datang, biasanya pagi-pagi itu. Bapak-bapak pakai songkok pakaian coklat (dinas-red)," katanya kepada wartawan, Kamis (3/5/2021).
Di lantai yang sama, Iwan-pedagang ikan, mengaku sudah 2 hari terakhir oknum pemungut uang listrik-air itu tak muncul.
Biasanya, dirinya membayar Rp 9 ribu kepada oknum petugas itu. Pungutan yang diberikan lebih besar, lantaran dirinya menggunakan 3 lampu dan 1 unit pompa air.
Baca Juga: 35 Persen Lapak Kosong di Pasar Tamrin Bontang Terancam Ditarik UPT
Baca Juga: Harga Tahu dan Tempe Pekan Ini di Kota Bontang, Bakal Naik Hingga 30 Persen
"Kalau cuman 1 lampu bayarnya Rp 5 ribu, kalau tambah 1 lagi jadi Rp 7 ribu, nah saya tambah pakai pompa makanya Rp 9 ribu," ungkap Iwan.
Sementara Adi, pedagang ayam di Pasar Tamrin juga menuturkan hal serupa. Ia mengaku kerap ditagih pungutan listrik, air dan uang kebersihan.
"Tak ada karcisnya kok, dia bawa buku catatan saja. Katanya orang dari atas (Kantor UPT Pasar)," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Tata Usaha UPT Pasar, Abdul Malik Rifai membantah tudingan tersebut dilakukan oleh oknum UPT Pasar.
Dirinya membenarkan adanya praktik tersebut. Namun, hal itu dilakukan oleh sesama pedagang.
"Iya memang ada itu, tapi antara mereka saja. Kita tidak benarkan praktik itu," kata Abdul Malik, Kamis (03/06/2021).
Sebab setiap tahun pemerintah telah menggarian Rp 1,5 miliar untuk keperluan operasional listrik, air, dan internet di Pasar Tamrin.
Pembayaran bulanan listrik di pasar menelan biaya Rp 100 juta. Sementara untuk biaya keperluan kebutuhan air, UPT Pasar keluarkan uang sebanyak Rp 30 juta.
"Mana mungkin kita berani ambil itu (pungutan) karena sudah dibayarkan pemerintah selama setahun," katanya.
Kepala UPT Pasar Haedar menambahkan, praktik tersebut jelas-jelas tak punya dasar hukum alias ilegal.
Dirinya mengaku, akan melarang praktik pungli itu terjadi di Pasar Tamrin.
"Nanti akan kami ingatkan pedagang kalau itu pungli," katanya.
Terancam Ditarik UPT
Berita sebelumnya. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar, bakal menindak tegas pedagang yang belum menempati lapaknya usai gedung baru Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang diresmikan pemerintah kota.
Hal itu ditegaskan Abdul Malik, Kasubag Tata Usaha, UPT Pasar, Diskop-UKMP Bontang kepada Tribunkaltim.co pada Rabu (26/5/2021).
Dikatakan Malik, ada 35 persen lapak hingga saat ini belum ditempati sejak pasca diresmikan pada Agustus tahun lalu.
Sejauh ini pihak UPT Pasar telah melayangkan dua kali surat teguran kepada pemilik lapak.
Baca Juga: SD Negeri 001 Bontang Selatan Matangkan Persiapan PPDB 2021, Buka 72 Kuota untuk Jalur Zonasi
Namun hingga saat ini surat teguran yang diberikan dari UPT belum juga diindahkan.
Rencananya, melalui rapat koordinasi dan evaluasi yang dilaksanakan, Kamis (27/05/2021) besok, para pedagang itu akan kembali diingatkan agar segara menempati lapaknya.
"Besok bakal kembali kita ingatkan pas rapat. Kami tegaskan nanti disana," bebernya.
Jika usai rapat koordinasi besok, para pedagang masih belum menempati dagangannya, maka harus menerima konsekuensinya.
"Setalah rapat besok, masih kami liat kosong. Maka kami tindak tegas, kami tarik lapaknya," ungkapnya.
Selama ini banyak tidak menempati lapaknya lantaran pedagang berasalasan karena pandemi Covid-19.
Menurutnya jika terus menunggu pandemi selesai maka mau sampaikan lapak itu akan ditempati.
Sehingga pemerintah harus mengambil langkah tegas untuk mengambil alih lapak untuk diserahkan ke pedagang yang lebih membutuhkan.
Ia pun harapkan, agar setelah rapat evaluasi nanti, para pedagang bisa langsung menempati lapaknya lagi tanpa alasan apapun.
"Kalau alasannya pandemi, mau sampai kapan. Ini new normal sudah, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak ditempati," pungkasnya.
Pemkot Bontang Penuhi Janji
Berita sebelumnya. UPT Pasar telah merilis jadwal rapat koordinasi dan evaluasi bersama seluruh pedagang, pasca gedung baru Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) diresmikan.
Rencananya rapat koordinasi dan evaluasi itu akan dilaksanakan, Kamis (27/05/2021) besok, sekira pukul 09.00 Wita, di Pasar Tamrin.
Beberapa poin catatan yang menjadi topik pembahasan rapat besok.
Di antaranya membahas usulan skema penataan ulang lapak, penertipan kios kosong, dan membangun komitmen kembali antar UPT Pasar dengan para pedagang terkait teknis aturan berjualan di Pasar Tamrin.
Baca juga: Pedagang Tahu dan Tempe di Pasar Tamrin Bontang Libur Berjualan, Dukung Aksi Mogok Produksi
"Iya besok dijadwalkan rapat dengan pedagang. Dalam rapat itu akan dibahas semua mengenai keluhan pedagang selama ini. Termasuk usulan penataan ulang lapak," ungkap Abdul Malik, Kasubag Tata Usaha, UPT Pasar, Rabu (26/5/2021).
Khusus untuk rencana penataan ulang lapak, nantinya UPT Pasar meminta tanggapan seluruh pedagang terkait wacana tersebut.
Seluruh masukan dari pedagang maupun pelapak yang tergabung dalam asosiasi nanti akan ditampung dan dilaporkan ke Walikota Bontang, Basri Rase.
Yang jelas, keputusan mengenai penataan ulangan akan diambil tetap dengan cara demokratis dan tidak serampang.
"Kita tetap mengambil keputusan secara dimokratis lah. Walaupun bentuknya tidak voting, namun tetap memberikan kesempatan bagi pedagang menyampaikan masukan apakah sepakat atau tidak," tuturnya lagi.
Baca juga: Efek Larangan Open House, Pengunjung Pasar Tamrin Bontang Kurangi Belanja Keperluan Dapur
Jika kesepakatannya penataan ulang, maka pihak UPT Pasar akan menggunakan kembali sistem acak dalam menentukan posisi lapak pedagang.
"Yang diatur itu nantikan skemanya. Misalnya pedagang sembako dipindah ke lantai paling bawah. Maka itu aja yang diacak kembali untuk posisi lapaknya," ujar Malik.
Lebih lanjut dikatakan Malik, apapun hasil rapat besok, diharap hal itu telah menjadi keputusan terbaik dari para pedagang.
Sehingga Pasar Tamrin yang selama ini sepi bisa ramai kembali dan pedagang bisa berjualan sesuai aturan dari kesepakatan bersama.
"Apapun keputusannya, maka itu lah yang terbaik. Jadi harus dijalanan karena itu keputusan bersama," pungkasnya.
Penulis Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/di-pasar-taman-rawa-indah-btng.jpg)