Senin, 1 Juni 2026

Berita Tarakan Terkini

Tahun Kedua Batal Berangkat, Kepala Kemenag Tarakan Minta Calon Jamaah Haji Bersabar Dulu

Kepala Kantor Kemenag RI Tarakan, H. Shaberah, keputusan pembatalan keberangkatan haji dari Menag bukan diputuskan sepihak melainkan keputusan bersama

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
Tribunkaltim.co/fachmi rachman
Ilustrasi-Tahun ini untuk kali kedua, calon jemaah haji asal Indonesia batal berangkat ke Arab Saudi karena kondisi pandemi Covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Tahun ini, Kemenag RI kembali membatalkan keberangkatan calon jamaah haji.

Melalui rilis resminya, Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas dalam rilis pers Kamis (3/6/2021).

Dikatakan Kepala Kantor Kemenag RI Tarakan, H. Shaberah, keputusan pembatalan keberangkatan haji dari Menag bukan diputuskan sepihak melainkan keputusan bersama dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Ratusan Calon Jamaah Haji Balikpapan Gagal Berangkat, Daftar Antrean Semakin Panjang

Baca Juga: Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Berau Gagal Berangkat, Kanwil Kemenag Berharap Mengerti

"Ini keputusan pemerintah Indonesia. Menag sudah berkonsultasi dengan Pak Presiden Joko Widodo dan DPR RI," jelasnya

H. Shaberah mengatakan, keadaan atau kondisi Covid-19 yang masih terjadi saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan pemberangkatan jemaah haji.

Ia membeberkan, persiapan dalam rangka memberangkatkan jemaah haji itu cukup panjang.

Estimasi waktu dibutuhkan enam bulan sebelumnya sudah harus siap. Mulai dari persiapan hotel dan transprotasi selama di Arab Saudi.

Baca Juga: Ratusan Calon Jamaah Haji dari Kutai Timur Gagal Berangkat, Kemenag Kutim Tawarkan Opsi Ambil Dana

Baca Juga: Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Samarinda Batal Berangkat, Bantah Bukan karena Vaksin yang Dipakai

"Jadi bukan persiapan sebulan atau dua bulan. Sampai enam bulan. Sedangkan ini waktunya mepet sekali," bebernya.

Ia menambahkan, normalnya sebelum pandemi setiap tanggal 15 Juni itu semestinya kloter pertama itu sudah berangkat.

"Kalau tahun 2020, semestinya berangkat tanggal 25 Juni. Itu kan setiap tahun kalender Hijriah maju 12 hari," urainya.

Kemungkinan batal sebenarnya sudah diprediksi pihaknya. Hanya saja tak bisa membeberkan ke media karena menunggu rilis resmi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved