Berita Nunukan Terkini
Malaysia Lockdown Total, Perbatasan RI-Malaysia di Nunukan Kaltara Dijaga Ketat Satgas Pamtas
Pemerintah Malaysia menerapkan kembali penguncian wilayah (lockdown) secara menyeluruh mulai Selasa 1 Juni 2021 lalu
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pemerintah Malaysia menerapkan kembali penguncian wilayah (lockdown) secara menyeluruh mulai Selasa 1 Juni 2021 lalu.
Dikutip dari Tribunews.com, Kuala Lumpur, direncanakan lockdown akan dilakukan selama 2 pekan hingga Senin (14/06/2021) mendatang.
Keputusan lockdown menyeluruh diambil pasca terjadinya lonjakan kasus infeksi virus Covid-19 di Malaysia.
Pada Kamis (27/05/2021) lalu, negeri jiran itu mencatat rekor tertinggi penularan harian infeksi virus Covid-19 dengan 7.857 kasus dan 59 kematian.
Baca Juga: Kisah Guru Honorer Daerah Perbatasan RI-Malaysia, Sempat Tinggal di Ruang UKS Selama 4 Tahun
Hal itu membuat Malaysia menjadi negara dengan kasus infeksi harian Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara.
Informasi yang dihimpun, pada tanggal 2 Juni lalu ada sekitar 69.408 kasus Covid-19 aktif di Malaysia.
Wilayah Selangor dan Sarawak memiliki kasus harian terbanyak yakni 2.675 kasus dan 772 kasus.
Sementara itu, kasus Covid-19 di Ibu Kota Kuala Lumpur mencapai 561 kasus.
Baca Juga: Satgas Pangan Temukan Gula Impor di Pasar Induk Tanjung Selor, Transit pada Perbatasan RI-Malaysia
Mayoritas pasien tersebut berusia 20 sampai 40 tahun.
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Kombes Pol Hotma Victor Sihombing, mengatakan, beberapa hari sebelum lockdown.
Terdapat 7 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia melalui jalur 'tikus' Krayan.
Ada beberapa PMI yang masih pulang melalui Krayan. Tanggal 28 Mei lalu ada 7 orang.
Baca Juga: PGRI Nunukan Minta Pemkab Prioritaskan Ratusan Guru Honorer di Perbatasan RI-Malaysia jadi PPPK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/penjagan-di-jalur-tikus.jpg)