Minggu, 3 Mei 2026

Speedboat Terbalik di Nunukan

DPRD Kaltara Cecar Dishub soal Penyebab Kecelakaan Speedboat Ryan di Nunukan

DPRD Kaltara mencecar pihak Dishub Kaltara terkait penyebab kecelakaan Speedboat Ryan pada Senin lalu.

Tayang:
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI
DPRD Kaltara, gelar RDP bersama Dishub Kaltara terkait kecelakaan speedboat Ryan di Sembakung Nunukan, Senin lalu.  

"Sorti pertama masih nihil dan dimulai pada pukul 06.30-12.00 Wita. Sorti pertama terbagi 3 tim. Tim pertama terdiri dari Basarnas, Polsek Sembakung dan Camat Sembakung.

Fokus pencarian masih di sekitaran LKP," kata Amiruddin kepada TribunKaltim.Co, melalui telepon seluler, pukul 12.30 Wita.

Baca Juga: Satu Korban SB Riyan Speedboat Terbalik di Nunukan Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Kembali Melaut

Baca Juga: Agen Akui Izin Berlayar Pemilik Speedboat yang Terbalik di Nunukan Belum Terbit

"Tim Kedua terdiri dari anggota Koramil Sembakung, masyarakat dan UPT BPBD Sembakung. Fokus menyisir aliran sungai sebelah kiri menuju muara sekira 1 kilometer. Dikarenakan arus sungai yang deras.

Tim ketiga terdiri dari Polairud, Tagana, Polda Kaltara, dan masyarakat. Mencarinya mengarah ke hulu bagian tepi sebelah kanan menyisir dengan radius jarak 1 kilometer," ucapnya.

Dia menuturkan, sorti kedua akan dilanjutkan dengan pola yang sama setelah istirahat mulai pukul 13.00-17.00 Wita.

Namun, untuk pencarian sorti kedua kata Amiruddin pihaknya akan memperlebar area pencarian. Sebelumnya pada pagi tadi radius pencarian 1 kilometer.

Sementara untuk siang nanti mulai 2 meter sampai 2,5 kilometer.

"Fokus kami muara dan hulu karena arus pasang dan surut. Kalau surut mengarah ke hulu kalau pasang mengarah ke muara. Cuaca hari ini cerah berawan. Gelombang tidak terlalu signifikan karena LKPnya berada di dalam sungai Sembakung," ujarnya.

Baca Juga: Speedboat Terbalik Tewaskan 7 Penumpang di Kaltara Disebut Over Kapasitas, Ini Penjelasan Pengelola

Baca Juga: Agen Speedboat Riyan Bantah tak Siapkan Pelampung

Tak hanya itu, Amiruddin juga membeberkan kendala pencarian di lapangan selain arus sungai yang deras, juga banyak potongan kayu yang terbawa arus.

Sehingga membuat personel sering menghindari pohon yang bertebaran di bantaran sungai.

"Selain arus sungai yang deras. Banyak juga potongan kayu yang terbawa arus. Sehingga membuat personel sering menghindari pohon yang bertebaran di bantaran sungai," ungkapnya.

Sekadar diketahui, identitas korban yang masih dalam pencarian yakni bernama Jahra, jenis kelamin perempuan, usia 47 tahun, asal Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. 

Berita tentang Nunukan

Penulis Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved