Speedboat Terbalik di Nunukan
DPRD Kaltara Cecar Dishub soal Penyebab Kecelakaan Speedboat Ryan di Nunukan
DPRD Kaltara mencecar pihak Dishub Kaltara terkait penyebab kecelakaan Speedboat Ryan pada Senin lalu.
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - DPRD Kaltara mencecar pihak Dishub Kaltara terkait penyebab kecelakaan Speedboat Ryan pada Senin lalu yang menewaskan enam orang di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPRD Kaltara dan Dishub Kaltara, Selasa (8/6/2021), beberapa anggota dewan seperti halnya Elia DJ dan Rakhmat Sewa, mempertanyakan kewenangan dari Basarnas Tarakan untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.
Lantaran secara tugas pokok dan fungsi, Basarnas hanya bertugas mencari dan melakukan pertolongan terhadap korban dan tidak memiliki kewenangan terkait menjelaskan penyebab kecelakaan.
"Seharusnya Dinas Perhubungan yang mengetahui perkiraan penyebab kecelakaan, bukan Basarnas, karena Basarnas hanya melakukan pencarian dan pertolongan," ujar Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Elia DJ.
Baca Juga: Kisah Korban Speedboat Terbalik di Nunukan, Niat Menghadiri Pernikahan Keluarga di Desa Atap
Elia DJ melanjutkan, kesimpulan sementara penyebab kecelakaan Speedboat Ryan akibat terkena pusaran arus tidak cukup kuat, mengingat ada faktor lain yang terlibat seperti halnya kapasitas penumpang dan barang yang berlebih.
"Dan bagi saya, kesimpulan pusaran air itu belum masuk. Kapasitas penumpang speedboat itu juga harus dilihat, dari kasat mata juga kita lihat kapasitasnya overload dan itu buat speedboat tidak stabil," katanya.
Menurutnya, bila alasan kecelakaan akibat pusaran air, maka harus dipertanyakan pengalaman dan kondisi fisik serta mental pengemudi saat membawa Speedboat Ryan.
"Kalau pusaran air, apakah si pengemudi ini baru pertama kali melintasi lintasan ini? dan pusaran air bisa saja dihindari, Lalu apakah kondisi kesehatan mental dan jasmani pengemudi itu sehat?," tanyanya.
Baca Juga: Puluhan Lansia Ikut Vaksinasi Covid-19 di Puskemas Nunukan, Warga Merasakan Biasa Saja
Dirinya juga mempertanyakan rambu-rambu petunjuk peringatan bagi pengemudi, di titik-titik yang rawan.
"Kemudian juga harus ada sinyal-sinyal atau rambu-rambu, sehingga bisa diantisipasi oleh pengemudi," katanya.
Politisi Hanura ini meminta agar setiap speedboat yang beroperasi harus disesuaikan dengan spesifikasi mesin, sehingga tidak ada lagi speedboat non-reguler, yang melayani rute-rute jauh seperti halnya speedboat reguler.
"Kita harus lihat kondisinya, speedboat non-reguler mesin 200PK tapi minta perlakuannya sama dengan yang reguler, sehingga sekarang dengan mudah mengangkut penumpang," ujarnya.
"Jangan dikasih toleransi, terkait perizinan rekomendasi sesuai speknya sajalah, jangan mengangkut penumpang, bahkan dengan trayek Tarakan Sembakung yang menempuh jarak yang luar biasa panjang," tuturnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kaltara, Rakhmat Sewa mempertanyakan izin resmi terkait speedboat non-reguler seperti speedboat Ryan dengan rute Tarakan-Sembakung, Nunukan.
Rakhmat mengatakan bila tidak ada izin resmi maka harus dihentikan operasionalnya.
"Pertanyaannya apakah ada izin resmi untuk speedboat itu, dengan trayek Tarakan Sembakung, kalau tidak layak dihentikan saja," ujar Anggota DPRD Kaltara, Rakhmat Sewa.
Guna mendapatkan jawaban dan solusi agar peristiwa kecelakaan tidak terulang kembali, Rakhmat Sewa mengusulkan agar dewan membentuk panitia khusus atau Pansus terkait kecelakaan speedboat.
"Izin teman-teman, kalau perlu kita bentuk Pansus saja, agar kita bisa temukan solusi dan kecelakaan ini tidak terulang kembali," katanya.
Dirinya pun berharap, peristiwa kecelakaan speedboat Ryan tidak akan terulang kembali, dan berpesan kepada Dishub Kaltara serta pihak terkait lainnya untuk tidak bermain-main dengan nyawa orang.
"Semoga ini jadi pelajaran dan agar tidak terjadi lagi dan tidak bermain-main lagi dengan nyawa orang," ujarnya.
Pencarian Satu Korban Masih Nihil
Upaya pencarian 1 korban tenggelam akibat speedboat terbalik masih terus dilakukan, di Desa Pelaju, perairan sungai Sembakung, Kabupaten Nunukan, Selasa (08/06/2021).
Kepala Kantor SAR Tarakan, Amiruddin mengatakan, pada pukul 06.30 Wita tim SAR sudah melanjutkan pencarian di sekitar LKP sesuai rencana operasi yang telah dibuatnya.
Dalam operasi pencarian itu terdiri dari Basarnas Tarakan, Polairud Polda Kaltara, Polsek Sembakung, Muspika Kecamatan Sembakung, Bakamla, UPP Kelas III P. Bunyu, Danramil Sembakung, Kampung Siaga Bencana (KSB), Destana, Tagana, Dinas Perhubungan, tim kesehatan, UPT BPBD Sembakung, PMI Kota Tarakan, dan masyarakat Desa Pelaju.
Baca Juga: Jasa Raharja Santuni Korban Kecelakaan Speedboat di Sembakung Nunukan
Baca Juga: Dishub Kaltara Ungkap Kecelakaan Speedboat Ryan di Nunukan Karena Masuk Pusaran Air
Menurutnya, pencarian di perairan sungai Sembakung menggunakan pola penyapuan atau penyisiran.
Ia menduga kuat korban masih di sekitar LKP.
"Sorti pertama masih nihil dan dimulai pada pukul 06.30-12.00 Wita. Sorti pertama terbagi 3 tim. Tim pertama terdiri dari Basarnas, Polsek Sembakung dan Camat Sembakung.
Fokus pencarian masih di sekitaran LKP," kata Amiruddin kepada TribunKaltim.Co, melalui telepon seluler, pukul 12.30 Wita.
Baca Juga: Satu Korban SB Riyan Speedboat Terbalik di Nunukan Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Kembali Melaut
Baca Juga: Agen Akui Izin Berlayar Pemilik Speedboat yang Terbalik di Nunukan Belum Terbit
"Tim Kedua terdiri dari anggota Koramil Sembakung, masyarakat dan UPT BPBD Sembakung. Fokus menyisir aliran sungai sebelah kiri menuju muara sekira 1 kilometer. Dikarenakan arus sungai yang deras.
Tim ketiga terdiri dari Polairud, Tagana, Polda Kaltara, dan masyarakat. Mencarinya mengarah ke hulu bagian tepi sebelah kanan menyisir dengan radius jarak 1 kilometer," ucapnya.
Dia menuturkan, sorti kedua akan dilanjutkan dengan pola yang sama setelah istirahat mulai pukul 13.00-17.00 Wita.
Namun, untuk pencarian sorti kedua kata Amiruddin pihaknya akan memperlebar area pencarian. Sebelumnya pada pagi tadi radius pencarian 1 kilometer.
Sementara untuk siang nanti mulai 2 meter sampai 2,5 kilometer.
"Fokus kami muara dan hulu karena arus pasang dan surut. Kalau surut mengarah ke hulu kalau pasang mengarah ke muara. Cuaca hari ini cerah berawan. Gelombang tidak terlalu signifikan karena LKPnya berada di dalam sungai Sembakung," ujarnya.
Baca Juga: Speedboat Terbalik Tewaskan 7 Penumpang di Kaltara Disebut Over Kapasitas, Ini Penjelasan Pengelola
Baca Juga: Agen Speedboat Riyan Bantah tak Siapkan Pelampung
Tak hanya itu, Amiruddin juga membeberkan kendala pencarian di lapangan selain arus sungai yang deras, juga banyak potongan kayu yang terbawa arus.
Sehingga membuat personel sering menghindari pohon yang bertebaran di bantaran sungai.
"Selain arus sungai yang deras. Banyak juga potongan kayu yang terbawa arus. Sehingga membuat personel sering menghindari pohon yang bertebaran di bantaran sungai," ungkapnya.
Sekadar diketahui, identitas korban yang masih dalam pencarian yakni bernama Jahra, jenis kelamin perempuan, usia 47 tahun, asal Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Penulis Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rdp-dishub-kaltara.jpg)