Speedboat Terbalik di Nunukan
Jasa Raharja Beber Nasib Santunan 2 Ahli Waris Korban Kecelakaan Maut Speedboat di Sembakung Nunukan
Korban kecelakaan maut speedboat di Sembakung, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara telah diberikan santunan
Laporan yang masuk, korban hanya luka ringan dan belum ada informasi luka berat.
Luka ringan tetap dapat. Besarannya sesuai dengan biaya perawatan yang dikeluarkan.
Bukan dalam bentuk uang, tapi dibayarkan ke Puskesmas.
"Kecuali dia bayar duluan di Puskesmas pakai uangnya baru bisa klaim ke Jasa Raharja," jelasnya.
Kemudian jika korban dirujuk ke RS, ada biaya ambulans Rp 500 ribu yang bisa dibayarkan Jasa Raharja. Begitu juga manfaat tambahan Rp 1 juta untuk P3k.
"Mereka masuk Puskesmas Atap misalnya. Kami bisa bayarkan P3K-nya maksimal Rp 1 juta. Kalau dirawat di rumah sakit misalnya, maksimal yang dibayarkan Rp 20 juta. Kalau biaya perawatannya lebih Rp 20 juta sisanya dijamin oleh BPJS," pungkasnya.
Peluang Dibentuknya Pansus Kecelakaan Speedboat
Ketua DPRD Kaltara membuka peluang akan dibentuknya panitia khusus atau Pansus terkait kecelakaan speedboat Ryan di Sembakung, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Menurutnya, dengan adanya pansus mengenai kecelakaan speedboat, dapat menyatukan persepsi mengenai izin dan regulasi speedboat non-reguler.
Selain untuk melakukan penertiban bagi pengusaha speedboat non-reguler yang melanggar ketentuan.
Hal tersebut ia sampaikan saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat dengan Dishub Kaltara, Selasa (8/6/2021).
Baca Juga: DPRD Kaltara Cecar Dishub soal Penyebab Kecelakaan Speedboat Ryan di Nunukan
"Dalam waktu dekat kita akan rapat bersama, dan dari teman-teman akan membuat Pansus untuk menertibkan pengusaha dan menyatukan persepsi agar kita bisa meminimlisir potensi kecelakaan," ujar Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris.
Pihaknya juga mendukung dilibatkannya KNKT dalam melakukan investigasi terkait kecelakaan speedboat Ryan.
"Dari keinginan Dishub untuk menghadirkan KNKT itu dalam waktu cepat harus kita lakukan, jangan sampai hal ini terulang kembali. Karena itu memang diperlukan supaya bisa menganalisa penyebab kecelakaan yang kerap terulang," katanya.