Breaking News:

Jembatan Mahkota II Dibuka

Mengenal Profil Achmad Amins, Dijadikan Nama untuk Jembatan Mahkota II Samarinda

Sosok Achmad Amins yang dijadikan nama baru Jembatan Mahkota Dua oleh Walikota Samarinda terpilih yang kini memimpin Kota Tepian.

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI
PEMBUKAAN JEMBATAN - Walikota Samarinda, Andi Harun beserta jajaran membuka  pembatas dan mempersilahkan pengendara bermotot mintasi  Jembatan Mahkota II kini diberi nama Jembatan Achmad Amins dari sisi Jalan Kapten Sujono Kecamatan Sambutan menuju kawasan Kecamatan Palaran Kota Samarinda Kalimantan Timur, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sosok Achmad Amins yang dijadikan nama baru Jembatan Mahkota Dua oleh Walikota Samarinda terpilih yang kini memimpin Kota Tepian, Andi Harun, tidak asing sebetulnya di mata masyarakat.

"Dan salah satu bentuk rasa hirmat kami kepada beliau, adalah kita abadikan nama beliau di jembatan Mahkota II Samarinda," ungkap Andi Harun kepada Tribunkaltim.co.

"Itu tidak bisa dilepaskan dari jerih payah perjuangan almarhum Achmad Amins, tentu juga dibantu jajaran Pemkot, DPRD dan semua pihak yang terlibat sehingga terwujud jemabatan yang tadinya dikenal jembatan mahkota II," sambung AH, sapaan karibnya.

Achmad Amins, lahir pada 3 Juli 1947, tepatnya di Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, yang dahulu masih berada di wilayah provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga: BREAKING NEWS Jembatan Mahkota II Samarinda Dibuka Kembali, Ganti Nama jadi Achmad Amins

Sekitar 60 kilometer dari Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Dikutip dari beberapa sumber, sekitar tahun 1959 Achmad Amins bersama sang ayah menyebrangi Selat Makassar, merantau ke Samarinda.

Menetap di Samarinda Seberang, tepatnya di Kampung Masjid.

Saat itu, Achmad Amins masih berumur 12 tahun dan duduk kelas 5 SD (dulu bernama SR). Di Samarinda Seberang ia tinggal bersama keluarga sekitar 1 tahun.

Sebelum terjun ke dunia politik, sosok Achmad Amins tercatat memulai dari pengalaman karir, sebagai pegawai honorer tahun 1974.

Halaman
1234
Penulis: Mohammad Fairoussaniy
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved