Berita Berau Terkini
Penyediaan 1.000 Titik Wifi Gratis di Berau Alami Kendala, Terdapat 46 Titik Blankspot
Penyediaan program 1.000 jaringan Wifi gratis masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Berau Sri Juniarsih dan Gamalis akan berlangsung bertahap.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB- Penyediaan program 1.000 jaringan Wifi gratis masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Berau Sri Juniarsih dan Gamalis akan berlangsung bertahap.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Susila Harjaka mengakui Pemkab Berau akan menggodok kembali secara bersama, agar program tersebut terlaksana sesuai dengan apa yang telah dicita-citakan.
“Paling tidak Inshaallah tahun depan kami sudah mengimplementasikan program itu,” jelasnya kepada TribunKaltim.Co, Jumat (11/6/2021).
Baca Juga: Rutan Tanjung Redeb Berau Raih Penghargaan Revaluasi Tercepat dari Kemenkeu
Baca Juga: Bupati Berau Sri Juniarsih Temui Masyarakat dan Pemuda Kampung Gunung Sari, Ini Penjelasannya
Namun, tegas Harjakan mengakui semua akan tergantung lagi pada ketersediaan dana daerah.
Dalam pelaksanaan program juga harus menggaet pihak ketiga yakni PT Telkom cabang Tanjung Redeb, sebab pihak mereka juga harus membangun infrastruktur pembantu.
Harjaka mengakui memang untuk mewujudkan 1.000 Wifi gratis pihak mereka juga harus ikut andil besar, sebagai tupoksinya menjadi BUMN.
Diakuinya perwujudan 1.000 wifi gratis tentu tidak begitu mudah diwijudkan, apalagi sasarannya akan merata di 13 Kecamatan di Berau.
Baca Juga: BREAKING NEWS Tolak Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit, Warga Gunung Sari Demo di Kantor Bupati Berau
Baca Juga: Sumbang Ekonomi Masyarakat, DPMK Berau Harapkan BUMK Dapat Dikelola dengan Tepat dan Maksimal
Sejauh ini menurut data pihaknya, masih ada sebanyak 46 titik blankspot yang paling banyak tersebar di Kecamatan Segah dan Kelay.
“Kalau di Kelay jaringan masih 2G, hanya di Kelay, tapi untuk daerah lain sudah memiliki jaringan 4G,” ungkapnya.
Harjaka menuturkan, permasalahan jaringan di Kelay tersebut lantaran masyarakat masih menggunakan Vsat, untuk meningkatkan menjadi 4G tentu harganya akan mahal sekali.
Pihaknya meminta bantuan kepada Telkom untuk membantu permasalahan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pemkab-berasama-pt-telkom-cabang-tanjung-redeb-membicarakan-smart-city.jpg)