Berita Samarinda Terkini
Pencarian Pemuda Hilang di Sungai Mahakam Samarinda Hari Kedua, Basarnas Perluas Area Penyisiran
Pencarian hari kedua terhadap Imbran (19) dimulai Unit Siaga SAR Basarnas Samarinda pada Sabtu (19/6/2021) pagi usai briefieng awal bersama unsur SAR
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pencarian hari kedua terhadap Imbran (19) dimulai Unit Siaga SAR Basarnas Samarinda pada Sabtu (19/6/2021) pagi usai briefieng awal bersama unsur SAR gabungan.
Posko pencarian sendiri didirikan persis pada sekitar lokasi hilangnya korban tenggelam tepat di PT Mawar Redimix, Jalan Pattimura Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Satu orang dalam pencarian usai dilaporkan hilang di perairan sungai Mahakam saat mencari sisa besi di tongkang yang sedang tambat.
Imbran, pemuda Jalan Rukun, Samarinda Seberang ini, hingga pagi belum terlihat.
Area penyisiran sendiri kini di perluas dari Last Known Position (LKP) atau titik terakhir korban terlihat.
Baca juga: Hari Kedua, Pencarian Motoris Hilang di Sungai Mahakam Samarinda Diperluas, PT Pelindo IV Ikut Serta
"Unit SAR Samarinda melanjutkan operasi SAR hari kedua dengan pola pencarian menggunakan parallel sweep search dengan search area dimulai dari titik awal sekitar area terakhir korban, lalu menyisir luas area pencarian 1.67 nm² / 5.73 km²," jelas Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Balikpapan Badan SAR Nasional (Basarnas) Kaltim, Octavianto, Sabtu (19/6/2021) hari ini dalam keterangan resminya.
Cuaca cerah berawan mendukung penyisiran kali ini.
Penyisiran dikatakannya menggunakan alutsista rubber boat dan beberapa bantuan unsur SAR gabungan yang memiliki peralatan SAR air.
"Kami melakukan penyisiran gabungan, Unit Siaga SAR Samarinda juga membagi tim untuk bergantian menyisir area-area yang dicurigai munculnya korban," ungkap Octavianto.
Baca juga: NEWS VIDEO Dini Hari, Jasad Pria yang Menghilang di Sungai Mahakam Ditemukan
Selain itu dia juga meminta kapal-kapal yang melintas disekitar perairan sungai Mahakam juga melaporkan apabila melihat adanya sosok korban.
"Iya, kami juga meminta kapal-kapal yang dalam jalur perlintasan melapor. Jika melihat indikasi korban mengapung atau terlihat pada obstakel," pungkasnya.
Penulis: Mohammad Fairousaaniy | Editor: Mathias Masan Ola