Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan Minta Warga Kenali Penyakit ASF

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan meminta warga mengenali penyakit African Swine Fever (ASF).

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Ilustrasi-pengambilan sampel pada babi yang diduga terjangkit ASF di Berau, beberapa waktu lalu. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan minta warga mengenali penyakit African Swine Fever (ASF). TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan meminta warga mengenali penyakit African Swine Fever (ASF).

Sebelumnya, terungkap uji sampel babi yang mati di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan belum lama ini, positif terkena penyakit ASF.

Belum lama ini, sebanyak 30 ekor babi di 3 desa wilayah Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), mati tanpa diketahui penyebab pastinya.

Ketiga desa tersebut yakni Desa Bungayan, Desa Wa Yagung, dan Desa Binuang.

Baca juga: Antisipasi ASF, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan KTT Rencana Uji Sampel Babi di Bvet Banjar Baru

Penyakit ASF yang disebabkan oleh virus Genus Asfivirus dan Family Asfarviridae itu, pertama kali masuk di Indonesia pada awal 2020.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Alim Bakhrie, mengatakan ASF merupakan penyakit babi yang sangat menular.

Bahkan, dapat menyebabkan kematian hingga 100 persen sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

Informasi yang dihimpun dari sosial media Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, tanda-tanda klinis penyakit ASF yakni mirip dengan penyakit babi lainnya seperti classical swine fever.

Baca juga: Virus ASF Ancam Peternak Babi, Dinas Pertanian Malinau Akan Batasi Mobilisasi Komoditas

"Nah, kalau babi yang mati di Krayan Timur waktu itu, gejala umum yang terjadi yakni demam, lemas, tidak nafsu makan, dan ada bengkak di bagian leher.

Ada juga yang melaporkan terdapat bercak lebam pada bagian perut babi," kata Alim Bakhrie kepada TribunKaltim.Co, Senin (21/06/2021), sore.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved