Breaking News:

Virus Corona

TERKUAK Ganasnya Covid-19 Varian Delta, Ternyata Bisa Menular Meski Hanya Berpapasan 5 - 10 Detik

Sejumlah hal baru seputar covid-19 varian Delta terkuak, salah satunya seputara keganasannya. 

Pixabay via Tribun Bali
Ilustrasi virus Corona atau covid-19. Sejumlah hal baru seputar covid-19 varian Delta terkuak, salah satunya seputar keganasannya.  

Studi laboratorium telah menemukan partikel virus dapat bertahan di udara dalam bentuk aerosol hingga 16 jam.

"Karena ada penolakan untuk benar-benar mengakuinya, kami belum membuat rekomendasi yang seharusnya kami lakukan," kata Baxter.

Penularan melalui udara

Menurut kepala program penelitian biosekuriti di Institut Kirby Universitas New South Wales, Prof Raina Macintyre, penularan melalui udara dalam pengaturan dalam ruangan dapat terjadi bahkan tanpa adanya kontak sekilas.

“Aerosol pernapasan terakumulasi dengan cara yang sama seperti asap rokok terakumulasi,” katanya. Dia juga menjelaskan di dalam ruangan di mana ventilasi tidak memadai, seseorang dengan infeksi bisa datang dan pergi, tetapi virusnya masih menempel di udara.

"Jadi jika Anda berjalan melalui area itu dan menghirup udara itu, Anda bisa terinfeksi,” ujar Macintyre.

Profesor di Universitas La Trobe, Hassan Vally, mengatakan meskipun varian Delta lebih menular, perilaku untuk menghadapinya masih sama seperti sebelumnya.

"Ini sedikit lebih menular, tetapi berperilaku dengan cara yang sama seperti virus asli. Semua intervensi perilaku yang sama harus bekerja melawan varian virus ini jika mereka berhasil melawan strain leluhur asli,” kata Vally.

Warga diimbau patuh pakai masker

Peneliti senior di Australian National University, Dr Meru Sheel, mengatakan langkah-langkah kesehatan masyarakat tetap tidak berubah dalam menanggapi jenis baru.

“Tentu saja varian baru akan muncul, dan beberapa akan lebih menular dan beberapa akan lebih sedikit. Masyarakat perlu memainkan peran mereka karena langkah-langkah kesehatan masyarakat naik turun berdasarkan varian tersebut. Cuci tangan Anda, tetap di rumah jika Anda tidak sehat, hanya pergi untuk diuji. Pakai masker Anda, dapatkan vaksin Anda jika Anda memenuhi syarat,” pungkas Dr Sheel.

Perlu dikaji lebih lanjut

Meski ditemukan kasus semacam itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, penularan Covid-19 dengan cara berpapasan perlu dikaji lebih lanjut.

"Kalau ini perlu studi lebih lanjut ya, karena saat ini penularan Covid-19 banyak terjadi akibat mobilitas yang tinggi saat Lebaran," kata Nadia seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/6/2021).

Kendati demikian, ia mengatakan, varian Delta enam kali lebih cepat menular dibanding dengan virus corona awal.

"Jadi pasti akan cepat penularannya," ujarnya.

Begitu juga menurut penjelasan Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman.

Virus corona varian Delta memang cepat menular karena dapat bereproduksi 6-8 kali.

"Nah sekarang varian Delta, varian itu bisa sampai 8, minimal 6, artinya dari satu orang bisa menularkan ke enam atau delapan orang itu karena efektif banget," kata Dicky.

Gara-gara warga tidak patuh pakai masker

Namun, dikatakannya, penularan varian Delta lewat berpapasan bisa terjadi karena perilaku masyarakat di Australia yang kurang patuh dalam menggunakan masker.

"Karena berpapasan artinya sering kali berpapasan sambil bicara atau sambil ngobrol ditelepon atau batuk bicara keras, itu cukup, ketika kita berpapasan terhirup itu bisa terpapar kalau dia sama-sama tidak pakai masker ditambah varian Delta," kata dia.

(*)

Berita tentang Virus Corona

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Varian Delta Disebut Dapat Menular meski Hanya Berpapasan 5-10 Detik"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved