Breaking News:

Virus Corona

TERKUAK Ganasnya Covid-19 Varian Delta, Ternyata Bisa Menular Meski Hanya Berpapasan 5 - 10 Detik

Sejumlah hal baru seputar covid-19 varian Delta terkuak, salah satunya seputara keganasannya. 

Pixabay via Tribun Bali
Ilustrasi virus Corona atau covid-19. Sejumlah hal baru seputar covid-19 varian Delta terkuak, salah satunya seputar keganasannya.  

TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah hal baru seputar covid-19 varian Delta terkuak, salah satunya seputar keganasannya. 

Untuk diketahui, covid-19 varian Delta ini sudah terdeteksi di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Berdasarkan informasi terakhir, covid-19 varian Delta ini suda masuk ke 6 provinsi di Indonesia. 

Apakah pemakaian masker masih cukup efektif untuk mencegah penularan covid-19 varian Delta? ulasan selengkapnya ada di dalam artikel. 

Baca juga: 2 di Kalimantan, Ini 6 Provinsi yang Sudah Terdeteksi Kasus Covid-19 Varian Delta, Kenali Gejalanya

Saat ini, para ahli mengkhawatirkan penularan virus corona varian delta yang dinilai makin "pintar".

Untuk skala dunia,  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa virus itu sekarang menyebar di setidaknya 85 negara.

Mengutip NBC News, Sabtu (26/6/2021), WHO menggambarkan varian Delta sebagai jenis virus corona tercepat dan terkuat yang diidentifikasi sejauh ini.

Varian Delta 40 persen lebih menular dibanding varian Alpha.

Satu orang yang terinfeksi varian Delta dapat menularkan virus yang sama ke 7-8 orang lainnya.

Diberitakan ABC, 22 Juni 2021, rekaman CCTV menangkap dua orang yang sedang berbelanja di shopping center Westfield Bondi Junction Australia berpapasan dan keduanya sekarang terinfeksi Covid-19.

Itu adalah pertemuan sekilas yang mengerikan antara dua orang yang membuat otoritas kesehatan di NSW khawatir, karena penularan dicurigai hanya terjadi dengan berpapasan.

Tertular meski minim kontak Chief Health Officer Negara Bagian, Dr Kerry Chant, mencurigai dua orang lainnya terinfeksi Covid-19 dengan cara yang sama.

"Kami tahu ada tiga orang yang terpapar pada 12 Juni dan 13 Juni," kata Dr Chant.

Dia mengatakan pihaknya benar-benar memiliki rekaman CCTV dari pertemuan itu dan pada dasarnya adalah persilangan individu.

Mereka jelas saling berhadapan tetapi secara harfiah seseorang bergerak melintasi satu sama lain untuk sesaat, dekat, tetapi sesaat.

Baca juga: TERKUAK GANASNYA Covid-19 Varian Delta Bagi Ibu Hamil, Menyusui dan Anak, Sudah Masuk di 6 Provinsi

"Dalam dua kasus lain, kami belum dapat, dengan rekaman CCTV, melihat titik persimpangan yang sama persis, tetapi kami tahu mereka berjarak 20 meter, masuk di tempat yang berbeda pada waktu yang sama atau di area itu. Jadi kami menduga mereka memang menyeberang," imbuh Dr Chant.

Perdana Menteri Gladys Berejiklian menambahkan bahwa pertemuan itu "sangat singkat".

Secara harfiah orang-orang itu bahwa tidak secara fisik saling menyentuh, tetapi dengan cepat datang ke wilayah udara yang sama dan virus berpindah dari satu orang ke orang lain.

"Begitulah menularnya," kata dia.

CCTV secara teratur digunakan dalam investigasi yang dilakukan oleh NSW Health untuk melacak perjalanan kasus dan mengidentifikasi setiap momen penularan yang mungkin terjadi.

Menyebar dengan mudah

Ahli epidemiologi UNSW Mary-Louise McLaws mengatakan virus dapat menyebar dengan mudah di pusat perbelanjaan karena aliran udara.

"Jika Anda berada di dalam ruangan atau di pusat perbelanjaan atau berbelanja, perubahan aliran udara (biasanya) rendah, yang biasanya terjadi," kata profesor McLaws.

Dia juga mengatakan ketika seseorang berada dalam periode viral load tinggi dan dia memiliki banyak cairan pernapasan, dia mungkin menghasilkan lebih banyak partikel dengan ukuran berbeda, dia menjadi lebih menular.

Baca juga: IDI Sarankan Pasien Lakukan Langkah Ini jika Tertular Covid-19 Varian Delta

Melansir The Guardian, Kamis (24/6/2021), Kepala Petugas Kesehatan Queensland, Dr Jeannette Young, juga mengatakan varian Delta diindikasi dapat menular bahkan dengan kontak singkat yang mengarah ke transmisi.

Bahkan durasi yang diperlukan bagi virus ini untuk menular hanya sekitar 5-10 detik.

“Pada awal pandemi ini, saya berbicara tentang kontak dekat selama 15 menit yang menjadi perhatian. Sekarang sepertinya 5 sampai 10 detik itu menjadi perhatian. Risikonya jauh lebih tinggi sekarang daripada setahun yang lalu,” kata Dr Young.

Kepala University of Melbourne’s school of population and global health, Prof Nancy Baxter, mengatakan "kontak sekilas" adalah deskripsi akurat yang menggarisbawahi sifat virus di udara.

“Penyebarannya lebih mungkin jika Anda dekat dengan orang tersebut (tetapi) masih ada potensi partikel virus berada di udara, dan terhirup oleh seseorang yang lewat,” kata dia dan menambahkan itu terjadi pada virus corona asli dan varian Delta.

Setelah berbulan-bulan, WHO akhirnya mengumumkan pada bulan April 2020 bahwa penyebaran virus corona dapat terjadi melalui udara.

Studi laboratorium telah menemukan partikel virus dapat bertahan di udara dalam bentuk aerosol hingga 16 jam.

"Karena ada penolakan untuk benar-benar mengakuinya, kami belum membuat rekomendasi yang seharusnya kami lakukan," kata Baxter.

Penularan melalui udara

Menurut kepala program penelitian biosekuriti di Institut Kirby Universitas New South Wales, Prof Raina Macintyre, penularan melalui udara dalam pengaturan dalam ruangan dapat terjadi bahkan tanpa adanya kontak sekilas.

“Aerosol pernapasan terakumulasi dengan cara yang sama seperti asap rokok terakumulasi,” katanya. Dia juga menjelaskan di dalam ruangan di mana ventilasi tidak memadai, seseorang dengan infeksi bisa datang dan pergi, tetapi virusnya masih menempel di udara.

"Jadi jika Anda berjalan melalui area itu dan menghirup udara itu, Anda bisa terinfeksi,” ujar Macintyre.

Profesor di Universitas La Trobe, Hassan Vally, mengatakan meskipun varian Delta lebih menular, perilaku untuk menghadapinya masih sama seperti sebelumnya.

"Ini sedikit lebih menular, tetapi berperilaku dengan cara yang sama seperti virus asli. Semua intervensi perilaku yang sama harus bekerja melawan varian virus ini jika mereka berhasil melawan strain leluhur asli,” kata Vally.

Warga diimbau patuh pakai masker

Peneliti senior di Australian National University, Dr Meru Sheel, mengatakan langkah-langkah kesehatan masyarakat tetap tidak berubah dalam menanggapi jenis baru.

“Tentu saja varian baru akan muncul, dan beberapa akan lebih menular dan beberapa akan lebih sedikit. Masyarakat perlu memainkan peran mereka karena langkah-langkah kesehatan masyarakat naik turun berdasarkan varian tersebut. Cuci tangan Anda, tetap di rumah jika Anda tidak sehat, hanya pergi untuk diuji. Pakai masker Anda, dapatkan vaksin Anda jika Anda memenuhi syarat,” pungkas Dr Sheel.

Perlu dikaji lebih lanjut

Meski ditemukan kasus semacam itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, penularan Covid-19 dengan cara berpapasan perlu dikaji lebih lanjut.

"Kalau ini perlu studi lebih lanjut ya, karena saat ini penularan Covid-19 banyak terjadi akibat mobilitas yang tinggi saat Lebaran," kata Nadia seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/6/2021).

Kendati demikian, ia mengatakan, varian Delta enam kali lebih cepat menular dibanding dengan virus corona awal.

"Jadi pasti akan cepat penularannya," ujarnya.

Begitu juga menurut penjelasan Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman.

Virus corona varian Delta memang cepat menular karena dapat bereproduksi 6-8 kali.

"Nah sekarang varian Delta, varian itu bisa sampai 8, minimal 6, artinya dari satu orang bisa menularkan ke enam atau delapan orang itu karena efektif banget," kata Dicky.

Gara-gara warga tidak patuh pakai masker

Namun, dikatakannya, penularan varian Delta lewat berpapasan bisa terjadi karena perilaku masyarakat di Australia yang kurang patuh dalam menggunakan masker.

"Karena berpapasan artinya sering kali berpapasan sambil bicara atau sambil ngobrol ditelepon atau batuk bicara keras, itu cukup, ketika kita berpapasan terhirup itu bisa terpapar kalau dia sama-sama tidak pakai masker ditambah varian Delta," kata dia.

(*)

Berita tentang Virus Corona

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Varian Delta Disebut Dapat Menular meski Hanya Berpapasan 5-10 Detik"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved