Virus Corona di Balikpapan
Pemkot Balikpapan Lobi Rumah Sakit Tambah Kapasitas Kamar Rawat Pasien Covid-19
Kementerian Kesehatan telah meminta rumah sakit menambah alokasi tempat tidur untuk pasien Covid-19.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kementerian Kesehatan telah meminta rumah sakit menambah alokasi tempat tidur untuk pasien Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty pun telah mengundang pihak rumah sakit untuk membahas hal tersebut.
“Kami sudah menyampaikan edaran Menkes dan meminta tanggapan mereka mengenai SE Walikota agar tempat tidur pasien Covid ditambah,” katanya, Jumat (2/7/2021).
Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan juga telah mengimbau rumah sakit bersiap menghadapi lonjakan pasien Covid-19 pasca lebaran.
Wanita yang kerap disapa Dio itu menyebutkan, beberapa rumah sakit yang ada di Kota Minyak telah menambah kapasitasnya.
Baca juga: RSKD Balikpapan Penuh, Persi Kaltim Khawatir Tenaga Medis Lumpuh
Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, kini mengalokasikan 200 tempat tidur dan menambah 14 ruang ICU.
Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, menambah 20 tempat tidur dan 5 ruang ICU. Total dialokasikan untuk pasien Covid-19 berjumlah 110 tempat tidur dan 14 ICU.
Penambahan kapasitas tempat tidur juga dilakukan di Rumah Sakit Tentara (RST) Hardjanto.
Sebelumnya, rumah sakit tersebut mengalokasikan 40 persen dari daya tampung rumah sakit.
Saat ini naik menjadi 55 persen. Kondisi peningkatan daya tampung itu juga berlaku di Rumah Sakit Bhayangkara.
Baca juga: Puluhan Pasien Covid-19 Dirawat di Lorong, UGD RSKD Balikpapan Zona Merah
"Jadi semua rumah sakit sudah merespon arahan Kementerian Kesehatan,” ujar Dio.
Namun, penambahan tempat tidur dan ICU berbanding terbalik dengan peningkatan kasus yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Yang menjadi masalah sekarang adalah jumlah tenaga kesehatan. Sebab jika tempat tidur dan ICU ditambah, tentu harus disertai dengan tenaga kesehatan.
"Bagaimana ICU bisa ditambah, namun tenaganya tidak ditambah. Ini menjadi suatu masalah. Jadi tidak mudah untuk menambah satu ICU," pungkasnya.