Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Proses Mendapatkan Izin dari Kemenristekdikti, Komisi IV Dukung Rintisan ISBI Kaltim

Komisi IV DPRD Kaltim mendukung rencana berdirinya Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim yang selama ini masih berstatus rintisan agar

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Rapat dengar pendapat Komisi IV DPRD Kaltim dengan Rintisan Institut Seni dan Budaya Indonesia Kaltim, Disdikbud Kaltim, dan Asisten I Pemprov Kaltim pada Selasa (8/7/2021) kemarin. 

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi IV DPRD Kaltim mendukung rencana berdirinya Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim yang selama ini masih berstatus rintisan agar mendapat izin dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). 

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV Rusman Ya'qub ketika memimpin rapat dengar pendapat dengan Asisten I Pemprov Kaltim, Disdikbud Kaltim, dan pengurus rintisan ISBI Kaltim pada Selasa (8/7/2021) kemarin.

Baca juga: BEM FEB Unmul Sambangi Komisi IV, Bahas Kesejahteraan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Rusman mengatakan, pertemuan itu digelar karena adanya laporan bahwa Rintisan ISBI Kaltim sudah tidak menerima mahasiswa baru karena terkendala ketidakjelasan bantuan sarana dan prasarana dan gedung perkuliahan.

"Jadi, kami siap bersama-sama dengan pemerintah untuk memperjuangkannya ke pemerintah pusat. Karena pandemi, mungkin bisa dilakukan zoom meeting dengan sejumlah pihak terkait," jelas Rusman didampingi Ely Hartati Rasyid, Salehuddin, dan Jawad Sirajuddin.

Pihaknya berharap, tahun ini sudah ada kejelasan, khususnya izin dari Kemenristekdikti bisa keluar sehingga tahun depan bisa dimulai pendaftaran.

"Tahun ini seharusnya sudah bisa klir. Jadi, tahun 2022 penerimaan mahasiswa baru sudah bisa dilakukan, karena ini memang kebutuhan masyarakat Kaltim," tuturnya.

Koordinator Rintisan ISBI Kaltim I Wayan Dhana menjelaskan, ISBI Kaltim masih berbentuk rintisan dan berjalan sejak 2013.

Pelaksanaan perkuliahannya dilakukan di ISBI Yogyakarta, yang mana terbagi dalam empat program studi.

"Sudah berjalan dan sebanyak 98 persen mahasiswa sudah lulus dan tersebar di Kaltim dan bahkan di Kaltara," jelas Wayan yang mengikuti rapat melalui daring.

Baca juga: Timsel KPID Kaltim Dibentuk Bulan Ini, Tahapan dan Mekanisme Seleksi Akan Segera Diumumkan

Selain di Yogyakarta, lanjut dia, perkuliahan juga dilakukan di Museum Mulawarman Kutai Kartanegara dan sudah meluluskan 60 orang mahasiswa, sedangkan Agustus tahun ini 30 orang mahasiswa.

Amdal hampir seluruhnya sudah selesai, susunan kurikulum dan beberapa persyaratan pun telah disampaikan ke Biro Kesra Kaltim.

Saat ini hanya terkendala soal tanah atau lahan di Kukar dengan status sertifikat.

"Dalam perjalanannya, oleh kementerian meminta pembangunan gedung sebagai bentuk keseriusan Pemprov Kaltim. Pemprov Kaltim bersurat yang isinya tidak mampu membiayai operasional perkuliahan dan meminta dihentikan sementara. Ini membuat 2020-2021 tidak lagi menerima mahasiswa baru," katanya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved