Breaking News:

Polemik SMAN 10 Samarinda

AMPP Laporkan Dugaan Penyelewengan Dana Hibah SMAN 10 Samarinda ke Kejati Kaltim

Kali ini Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) Kaltim, melakukan aksi damai ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Kamis (8/7/2021), pukul 10.30

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Pertemuan AMPP dan pihak Kejati di Gedung Kejati Kalimantan Timur, Kamis (8/7/2021).TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Polemik yang bergulir antar Yayasan Melati dan SMAN 10 Samarinda masih terus berlanjut.

Kali ini Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) Kaltim, melakukan aksi damai ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Kamis (8/7/2021), pukul 10.30 - 11.30 WITA.

Hal ini dilakukan untuk membahas dana hibah dan dana beasiswa yang diterima Yayasan Melati dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Mereka diterima langsung pihak Kejati Kaltim.

Iskandar, selaku perwakilan AMPP Kaltim menerangkan aksi damai tersebut dilakukan, lantaran adanya indikasi penyimpangan dana hibah oleh Yayasan Melati sejak berdirinya SMAN 10 tahun 1994 hingga diputusnya dana hibah tahun 2014.

Baca juga: Mahasiswa Sampaikan 4 Tuntutan ke Pemprov Kaltim soal SMAN 10 Samarinda

"Ada dana mengalir dari APBN, APBD maupun pihak ketika. Sampai sekarang masih belum jelas pertanggungjawabannya," terangnya kepada media usai aksi damai tersebut.

Iskandar memberikan contoh, soal beasiswa untuk siswa pada tahun 2008.

Dimana diketahui siswa SMAN 10 mendapat dana beasiswa sekitar Rp 1 miliar lebih, namun Yayasan Melati tetap memungut biaya dari para siswa.

"Dari temuan dugaan tersebutlah kita melayangkan laporan dugaan penyelewengan dana kepada Kejati.

"Sebagai bukti, kita bawa keputusan Mahkamah Agung (MA) tahun 2014 dan foto copy surat instruksi eksekusi dari pihak pemerintah provinsi," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved