Kamis, 9 April 2026

Buah Sawo

Cara Merawat Pohon Sawo agar Tetap Subur dan Hasil Buahnya Bagus

Berikut tips dari Pakar Ilmu dan Pangan Indonesia, Bernatal Saragih untuk merawat pohon sawo kita.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI
TUMBUHAN - Pohon Sawo di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur yang terawat, tumbuh subur dan berbuah lebat. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setelah tahu cara menanam bibit sawo kita perlu melakukan perawatan.

Berikut tips dari Pakar Ilmu dan Pangan Indonesia, Bernatal Saragih untuk merawat pohon sawo kita.

Pertama Ia menjelaskan lakukan pemupukan pada 3 fase.

Yaitu fase adaptif, vegetatif dan produktif.

Dosen Fakultas Pertanian Unmul ini menjelaskan Fase Adaptif adalah saat tumbuhan berumur sekitar 0 sampai 3 tahun.

Baca juga: Rahasia Buah Sawo untuk Kesehatan Tubuh yang Tidak Boleh Disepelekan, Nomor 3 Luar Biasa

Dikatakannya pada fase ini lakukan pemupukan cukup menggunakan pupuk kandang dengan dosis sekitar 5 sampai 7 kilogram per lubang.

"Karena pupuk alami lebih bagus untuk merangsang pertumbuhan tanaman kita," jelasnya.

Lalu fase Vegetatif, yaitu saat tanaman berumur 4 hingga 7 tahun.

Pada fase ini Bernatal Saragih menerangkan sebaiknya menggunakan 3,5 kilogram pupuk urea, 1,5 kilogram SP-36, 1 kilogram KCL.

Baca juga: Pakar Gizi Unmul Bahas Pendederan Bibit Cangkok Sawo

"Lakukan pemupukan 4 kali dalam setahun. Berarti per tiga bulan," sarannya.

Lalu terakhir Fase Reproduktif. Pada fase ini, Alumni Institut Pertanian Bogor ini menjelaskan ada dua dibagi menjadi dua fase lagi.

Yaitu Fase Reproduktif I saat tanaman berumur 8-14 tahun, dengan dosis pupuk yang lebih banyak.

Yaitu 5 kilogram Urea, 2 kilogram SP-36, 1,5 kilogram KCL dan 5-10 kilogram pupuk kandang, dengan pemupukan 2 kali setahun.

Baca juga: Buah Sawo Bisa Cegah Anemia dan Sehatkan Tekanan Darah, Berikut Penjelasannya

Lalu Fase Reproduktif II saat tanaman berumur lebih dari 15 tahun. Ia juga menjelaskan dosis pupuk naik dua kali lipat.

Yaitu 7 kilogram pupuk Urea, 3 kilogram SP-36, 2 kilogram KCL dan 20-30 kilogram pupuk kandang, yang dilakukan 2 kali dalam setahun.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved