Jumat, 10 April 2026

Berita Kaltara Terkini

Kepala LPMP Kaltara Minta PTM Terbatas Tak Bikin Kondisi Makin Buruk

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kaltara Jarwoko berharap, rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di masa Pandemi Covid

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi |
TANGKAP LAYAR
Kepala LPMP Kaltara, Jarwoko dalam webinar kesiapan PTM terbatas tahun ajaran 2021/2022, Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kaltara Jarwoko berharap, rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di masa Pandemi Covid-19, tidak memperburuk kondisi yang ada.

Menurutnya, PTM terbatas dapat dilaksanakan dengan sistem buka tutup, sepanjang kasus Covid-19 di suatu daerah tengah melandai.

Dia menginginkan, agar PTM Terbatas nantinya dapat dilaksanakan, agar perkembangan pendidikan anak dapat terpantau.

Hal ini ia ungkapkan dalam webinar kesiapan PTM Terbatas tahun ajaran 2021/2022, Selasa (13/7/2021).

"Kepentingan keselamatan juga penting, dan kepentingan perkembangan pendidikan anak didik juga sama pentingnya," ujar Jarwoko.

Baca juga: Komisi 1 DPRD Malinau Usulkan Tunda PTM, Peserta Didik Dinilai Rawan Terpapar Covid-19

"Kalau terlalu lama perkembangan anak-anak tidak kita mitigasi, dan anak-anak tidak dapat perkembangan pendidikan secara baik, bukan bonus demografi yang didapat namun bencana demografi," tambahnya.

Lebih lanjut Jarwoko mengingatkan bila memperburuk keadaan, artinya tidak hanya membuka sekolah di tengah kasus Covid-19 yang tengah menanjak, namun juga menutup sekolah yang seharusnya bisa dibuka.

"Kalau sekolah bisa didorong untuk PTM ya mari kita buka, jadi ada situasi buka tutup, jadi kita tidak bisa melakukan penyeragaman kebijakan," ucapnya.

"Ya mungkin untuk dibuka jangan ditutup, yang tidak mungkin untuk dibuka ya ditutup. Jadi jangan sampai menambah memperburuk keadaan," katanya.

Menurutnya PTM terbatas dilakukan dalam rangka memutus kejenuhan siswa selama belajar daring, selain itu tuntutan dalam PTM tidak lagi dalam rangka menuntaskan pelajaran, tetapi lebih kepada menumbuhkan pemikiran kritis dan kontekstual bagi siswa.

"Ini untuk memutuskan kejenuhan siswa, kita sebenarnya tidak dituntut menyelesaikan program pelajaran, tetapi lebih kepada menumbuhkan pemikiran kritis bagi anak didik," tuturnya.

Baca juga: PTM Jenjang SD dan SMP di Tana Tidung Dimulai setelah Idul Adha, Disdikbud Hindari Learning Loss

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 3 Betayau Tana Tidung, Siti Kariah menjelaskan bila sekolahnya berhasil menyelenggarakan PTM terbatas selama pandemi Covid-19.

Menurut Siti Kariah, pelaksanaan PTM terbatas dapat dilakukan dengan sistem buka tutup sekolah, dengan mengikuti tren kasus Covid-19 di sekitar sekolah.

"Kami sudah melakukan buka tutup sekolah, di bulan Februari 2021, kita tutup karena ada beberapa warga sekitar sekolah yang positif Covid-19, lalu dua minggu setelahnya kami buka lagi," ujar Siti Kariah.

Pihaknya mengaku PTM sangat penting dilakukan lantaran siswa di wilayah Betayau Tana Tidung, masih banyak yang tidak memiliki jaringan internet, serta tidak semua memiliki gadget.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved