Sabtu, 2 Mei 2026

Olimpiade

FAKTA Unik Cabor Angkat Besi di Olimpiade Tokyo 2020: Kaburnya Atlet Uganda hingga Target Indonesia

Simak sejumlah fakta unik cabor angkat besi di Olimpiade Tokyo 2020, mulai dari target Indonesia hingga kaburnya atlet Uganda.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
KOMPAS.com/PIPIT PUSPITA RINI
OLIMPIADE TOKYO 2020 - Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, berpose dengan medali perak yang diperolehnya di kelas 62 kg pada Olimpiade Rio 2016 di Riocentro Pavilion 2, Selasa (9/8/2016). Simak sejumlah fakta unik cabor angkat besi di Olimpiade Tokyo 2020, mulai dari target Indonesia hingga kaburnya atlet Uganda di dalam artikel 

Dari catatan yang ada, seperti dilansir Tribunnews.com di artikel berjudul Pelatih Angkat Besi Indonesia: Semoga Lifter Kita Ada Peluang Raih Medali di Olimpiade Tokyo, atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan tak henti menyumbangkan medali Olimpiade, terakhir adalah medali perak di Olimpiade Rio 2016 lalu.

Pada Olimpiade Tokyo, lima atlet angkat besi Indonesia pun siap mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, yaitu Eko Yuli, Rahmat Erwin Abdullah, Windy Cantika, dan Nurul Akmal.

Meski Joko Pramono selaku wakil ketua umum pengurus besar persatuan angkat besi seluruh Indonesia (PB PAPSI), mengatakan angkat besi tanpa target di Olimpiade Tokyo, namun ternyata ada misi tersembunyi disana.

Hal ini dijelaskan olah pelatih angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja.

"Memang atlet tidak dipatok harus meraih medali apa (tanpa memberi beban), namun ini adalah olahraga terukur. Insya Allah ada peluang untuk meraih medali," ujar pelatih angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja, Selasa (13/7/2021).

Melalui statistik yang ada, ia tak menapik Eko Yuli Irawan di nomor 61 Kg menjadi unggulan pertama Indonesia untuk memberikan keping medali Olimpiade, dan kini pilihannya tergantung pada pemain sendiri, apakah mampu meraih keping emas, perak atau perunggu.

Andalan kedua ada pada Windy di nomor 49 Kg, Deni di nomor 67 Kg.

Bukan berarti Rahmat dan Nurul dikesampingkan. Semua atlet diberikan pesan khusus untuk memberikan yang terbaik.

"Mereka punya enam kali kesempatan angkatan, dimana hasil akan ditotal. Jadi kesempatan itu yang mesti dimaksimalkan agar berhasil," tambah Dirdja.

Seperti diketahui, dalam cabang angkat besi dikenal dua jenis angkatan yakni Snatch dan Clean & jerk, dimana setiap angkatan diberikan kesempatan tiga kali angkatan untuk masing-masing kelasnya.

Atlet Angkat Besi asal Uganda Kabur Jelang Olimpiade Tokyo 2021, Tinggalkan Catatan bagi Rekannya

Seorang atlet angkat besi dari Uganda dilaporkan menghilang dari tempatnya menginap jelang Olimpiade Tokyo 2021.

Atlet yang bernama Julius Ssekitoleko itu meninggalkan secarik catatan bagi rekan-rekannya sebelum meninggalkan tempat penginapan.

Julius menuliskan tak ingin kembali ke negaranya.

Kondisi kehidupan yang serba sulit di Uganda membuatnya melakukan hal nekat tersebut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved