Minggu, 10 Mei 2026

Olimpiade

FAKTA Unik Cabor Angkat Besi di Olimpiade Tokyo 2020: Kaburnya Atlet Uganda hingga Target Indonesia

Simak sejumlah fakta unik cabor angkat besi di Olimpiade Tokyo 2020, mulai dari target Indonesia hingga kaburnya atlet Uganda.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
KOMPAS.com/PIPIT PUSPITA RINI
OLIMPIADE TOKYO 2020 - Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, berpose dengan medali perak yang diperolehnya di kelas 62 kg pada Olimpiade Rio 2016 di Riocentro Pavilion 2, Selasa (9/8/2016). Simak sejumlah fakta unik cabor angkat besi di Olimpiade Tokyo 2020, mulai dari target Indonesia hingga kaburnya atlet Uganda di dalam artikel 

Ia mengaku ingin mencari kerja di Jepang, sebagaimana dikutip dari laman Kyodo News.

Selain itu, atlet angkat besi berusia 20 tahun itu meminta pihak delegasi Uganda untuk memberikan barang-barangnya kepada istrinya yang berada di rumah.

Untuk diketahui, delegasi Uganda di Olimpiade Tokyo 2021 menginap di Izumisano, Prefektur Osaka.

Julius tak berada di tempat setelah sampel air liur untuk kepentingan tes Covid-19 miliknya tak ada.

Regulasi di Olimpiade Tokyo 2021 mengharuskan para perwakilan menjalani tes Covid-19 hampir setiap hari.

Rekan senegara Julius yang mencoba mengecek keberadaanya dibuat kaget dengan kosongnya ruangan sang atlet.

Penyelidikan lebih lanjut mengindikasikan Julius membeli tiket kereta super cepat, Shinkansen, ke Nagoya.

Pada kawasan Nagoya teradapat kurang lebih 150 orang Uganda yang bermukim di sana.

Chef de Mission (CdM) Uganda untuk Olimpiade Tokyo 2021, Beatrice Ayikoru, membenarkan berita menghilangnya Julius.

Ia menuturkan seharusnya Julius dan pelatihnya akan kembali ke Uganda pada hari Selasa mendatang.

"Kami, dalam sesi briefing di Uganda dan Jepang, menekankan untuk menghormati regulasi yang ada di Jepang," ungkap Beatrice, seperti dilansir Tribunnews.com di artikel berjudul Atlet Angkat Besi asal Uganda Kabur Jelang Olimpiade Tokyo 2021, Tinggalkan Catatan bagi Rekannya.

"Dan seharusnya (Julius) tak meninggalkan tempat penginapan tanpa izin dari pihak terkait," sambungnya.

Julius sejatinya sempat menjawab panggilan telepon yang berasal dari rekannya.

Namun, ia buru-buru mematikan panggilan tersebut karena tidak ingin membicarakan apapun.

Delegasi Uganda mendapati beberapa kasus positif Covid-19 begitu tiba di Jepang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved