Olimpiade
FAKTA Unik Cabor Angkat Besi di Olimpiade Tokyo 2020: Kaburnya Atlet Uganda hingga Target Indonesia
Simak sejumlah fakta unik cabor angkat besi di Olimpiade Tokyo 2020, mulai dari target Indonesia hingga kaburnya atlet Uganda.
Identitas dari anggota tim Uganda yang positif Covid-19 dirahasiakan karena masalah privasi.
Berikut adalah profil lima atlet angkat besi Indonesia yang akan berlaga pada Olimpiade Tokyo 2020.
Baca juga: Dapat Wild Card, PABBSI Kaltim Pastikan Atlet Angkat Besi Lisa Setiawati Dapat Berlaga di PON Papua
Pria kelahiran 24 Juli 1989 ini mempunyai jam terbang tinggi di pentas Olimpiade.
Eko punya catatan apik sepanjang tiga olimpiade yang pernah diikutinya.
Pada Olimpiade Beijing 2008, Eko yang bertanding di kelas 56 kilogram menyabet medali perunggu.
Lantas, pada empat tahun berikut di Olimpiade London 2012, Eko juga meraih medali sama meski berlaga di kelas berbeda.
Bila di Beijing, Eko bertanding di kelas 56 kilogram, di London, ia bertarung di kelas 62 kilogram.
Selanjutnya, pada Olimpiade Rio 2016, Eko di kelas 62 kilogram menyabet medali perak.
Dikutip dari situs Komite Olimpiade Indonesia, di luar pentas Olimpiade, Eko telah memenangkan medali emas di Asian Games Indonesia 2018 dan Kejuaraan Dunia di Ashgabat, Turkmenistan 2018.
2. Deni Baca
Deni merupakan atlet angkat besi kelahiran Bogor, 26 Juli 1989. Ia memiliki pengalaman tampil di Olimpiade.
Deni berada di peringkat ke-12 pada Olimpiade London 2012, dan Olimpiade Rio 2016.
Di luar pentas Olimpiade, Deni pernah memenangkan beberapa medali emas, termasuk pada SEA Games 2019.
Rahmat merupakan lifter muda Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo lewat jalur kontinental.
Ia menjadi lifter berperingkat terbaik mewakili Aisa di luar posisi delapan besar.
Ia memiliki sejumlah prestasi di angkat besi, yakni medali emas Asian Junior Championships di Korea Utara (2019), medali emas SEA Games 2019 Filipina, medali emas Asian Junior Championships di Tashkent (2020), dan medali perunggu Asian Championships di Tashkent (2021).
Windy Cantika Aisah merupakan anak dari Siti Aisyah, atlet angkat besi Indonesia tahun 1980-an.
Ibunya pernah meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi tahun 1998.
Bakat ibunya itu kemudian menurun ke Windy Cantika.
Atlet berusia 19 tahun tersebut memiliki sejumlah prestasi di angkat besi.
Salah satunya adalah meraih medali emas SEA Games 2019 di Filipina, ketika dia memecahkan rekor dunia di kelas 49 kg junior dengan total angkatan 190 kg dari snatch 86 kg dan clean and jerk 104 kg.
Setelah tampil apik di SEA Games 2019, Windy Cantika menambah koleksi emasnya dalam Asian Junior Championships di Tashkent, Uzbekistan, Februari 2020.
5. Nurul Akmal
Dikutip dari Antara News, lifter Nurul Akmal menjadi atlet pertama dari Aceh yang mampu tampil di Olimpiade sejak 33 tahun silam.
Sebelumnya, ada Alkindi yang menjadi atlet pertama Aceh yang berlaga di Olimpiade 1988 Seoul, Korea Selatan pada cabang anggar.
Bagi Nurul, lolos ke pesta olahraga internasional terbesar itu merupakan puncak kariernya sebagai atlet.
Pasalnya, ia meniti kariernya mulai dari kompetisi tingkat daerah, seperti Pekan Olahraga Aceh, Kejuaraan Nasional, dan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Adapun prestasi Nurul Akmal sebagai atelt angkat besi adalah medali perak kelas +75 kg pada Islamic Solidarity Games 2017 di Baku, Azerbajian, dan posisi keenam kelas +75 kg di Asian Games 2018.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/lifter-indonesia-eko-yuli-irawan_20160810_071521.jpg)