Breaking News:

Virus Corona

6 Jenis Obat Ini Tak Boleh Dikonsumsi Saat Isolasi Mandiri Covid-19, Dampaknya Bisa Mengancam Nyawa

Hal-hal ini wajib diperhatikan oleh masyarakat yang terpapar Covid-19, terutama yang tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman)

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Satgas Kelurahan selalu melaksanakan kegiatan kunjungan pada warga yang isolasi mandiri secara rutin untuk memantau kondisi pasien. 6 jenis obat ini tak boleh dikonsumsi saat isolasi mandiri Covid-19, dampaknya bisa mengancam nyawa. 

6. Steroid

Salah satu jenis steroid yang disebut-sebut mampu mengobati Covid-19 adalah deksametason.

WHO tidak menyarankan pengobatan sendiri menggunakan steroid.

Pasalnya, penggunaan yang berlebihan akan menimbulkan masalah serius dan bisa mengancam nyawa.

Baca juga: ART Krisdayanti Meninggal Dunia Saat Isolasi Mandiri, Sempat Dilarang Keluar Membeli Makanan

Warga Isoman Meninggal Dunia

Tiga hari menjalani isolasi mandiri karena flu dan batuk di sebuah rumah kosong milik keluarganya, Ags (32) warga Gomong, Kota Mataram ditemukan meninggal dunia, Jumat (23/7/2021) pukul 20.00 Wita.

Ags menempati rumah kosong milik keluarganya di Lingkungan Taman Kapitan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram sejak Selasa (20/7/2021) karena mengalami batuk dan flu.

Dia tidak dalam kondisi yang parah.

"Dia itu isolasi mandiri begitu mengalami flu dan batuk, menempati rumah keluarga yang kebetulan kosong, sempat nelepon kok sorenya, kita enggak percaya tiba-tiba dia sudah meninggal sendirian di dalam kamar," kata Agung, saudara ipar Ags, pada Kompas.com, Jumat malam saat warga berkumpul di rumah yang ditempati Ags.

Agung menuturkan, keluarga mengetahui yang bersangkutan meninggal saat digedor untuk menerima kiriman makan malam persis setelah waktu shalat isya.

Baca juga: Fatal Akibatnya Jika Kesalahan Ini Terjadi Saat Isolasi Mandiri Covid-19, Inilah Saran dari IDI

"Pintu saya dobrak setelah dapat kabar itu, dan kami menemukan saudara kami dalam keadaan tak merespon apapun, karena khawatir kami kabari ke lingkungan setempat, mengingat kami tahu dia isoman, tapi tidak lapor ke pihak rumah sakit, " kata Agung menjelaskan.

Dari pantauan di lokasi, terlihat kerumunan warga.

Sejumlah anggota polisi berada di lokasi, mengingatkan warga tidak berkerumun.

Keluarga berupaya menghubungi petugas kesehatan dan siapa pun yang mereka kenal untuk membantu proses evakuasi, memastikan jenazah aman dari Covid-19 atau justru terpapar Virus Corona.

Direktur Rumah Sakit Provinsi Lalu Herman Mahaputra yang dikonfirmasi terkait laporan warga yang meninggal menyarankan keluarga menelpon 911, mengingat yang bersangkutan belum melaporkan diri jika melakukan isolasi mandiri.

Baca juga: Kesalahan Fatal Ini Bisa Berakibat Kematian Saat Isolasi Mandiri Covid-19, Inilah Anjuran dari IDI

Sekitar pukul 21.31 Wita, hampir 2 jam akhirnya petugas Covid-19 tiba dan melakukan pengecekan serta tes swab pada jenazah.

Hasilnya positif Covid-19 sehingga harus dilakukan pemulasaran serta pemakaman sesuai protokol Covid-19.

"Ini kami dapatkan laporan dari warga ada warga yang meninggal, kami langsung ke lokasi tapi harus menunggu tim medis atau petugas satgas Covid-19 agar dilakukan swab untuk memastikan yang bersangkutan positif atau negatif Covid-19, dan hasilnya positif, " kata Babinkamtipmas Ampenan Iptu Agung Dewanto.

Petugas dan mobil ambulans juga tiba dan mengevakuasi jenazah.

Petugas membawa kain kafan, plastik dan kantung jenazah berwarna oranye.

Baca juga: 3 Kelurahan Zona Merah Covid-19 di Bontang Terendam Banjir, Warga Isolasi Mandiri jadi Perhatian

Proses itu disaksikan langsung, bahkan seorang anggota keluarga ikut mengevakuasi jenazah lengkap dengan APD lengkap.

Keluarga korban tak kuasa menahan kesedihan, tangis mereka pecah meski hanya bisa menyaksikan dari balik jendela.

"Kami sebelumnya baik-baik saja, sekarang kok sudah meninggal, " seorang perempuan berusia lanjut, keluarga Ags, yang terus menangis di beranda rumah sambil memegang kaca jendela.

Warga yang berkerumun diminta pulang dan tidak berada di lokasi, hingga akhirnya jenazah berhasil diangkat ke mobil ambulans menuju RSUD Kota Mataram.

Kepala Lingkungan Taman Kapitan, Lalu Yusran, yang juga petugas kesehatan tak bisa mengambil langkah sebelum ada perintah dari tim Satgas Covid-19, karena situasi pandemi semua langkah berdasarkan SOP.

Baca juga: Isolasi Mandiri di Rumah karena Terpapar Covid-19? Ini 12 Hal Penting Dilakukan Agar Cepat Sembuh

"Saya sendiri yang turun tangan melihat kondisi jenazah warga ini, pakai APD bersama petugas dan mengecek kondisinya. Saya berharap keluarga mengikhlaskan," kata Yusran.

Yusran berada di lokasi begitu ada teriakan dari keluarga yang mengantar makanan untuk Ags.

Dia juga membenarkan jika yang bersangkutan menjalani Isoman telah tiga hari karena flu dan batuk.

"Warga juga mendengar suara batuk, bahkan keluarga tetap datang membawa makanan untuknya. Dia memang bukan warga di sini tapi rumah itu milik keluarganya, " kata Yusran.

Dimakamkan dengan 3 warga terpapar Covid-19

Menurut rencana, Sabtu (24/7/2021) ini jenazah Ags akan dimakamkan di Pemakaman Umum Karang Medain, Kota Mataram dengan protokol Covid-19. (*)

Berita Virus Corona

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved