Virus Corona di Malinau

Malinau Masuk PPKM Level 3, Tempat Usaha Masih Diizinkan Beroperasi

Menteri dalam Negeri Republik Indonesia, telah menerbitkan aturan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD SUPRI
PANDEMI CORONA - Pemeriksaan pelaku perjalanan di Posko Seruyung, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu saat masa pandemi Covid-19.  

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Menteri dalam Negeri Republik Indonesia, telah menerbitkan aturan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4, 3, 2 dan 1 untuk seluruh wilayah di Indonesia.

Pemerintah RI turut mengatur tentang PPKM selain level 4 melalui Intruksi Mendagri 26 tahun 2021 tentang PPKM level 3, 2 dan 1 serta pengoptimalan Posko Covid-19 tingkat desa atau lurah.

Kabupaten Malinau merupakan 1 dari 2 kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara yang ditetapkan sebagai wilayah PPKM kriteria level 3.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau akan membahas teknis pemberlakuan PPKM level 3 di Kabupaten Malinau.

Baca juga: Pasien di Malinau Jalani Isolasi Mandiri 14 Hari, Meminta Kejelasan soal Tes PCR Ulang

"Karena Inmendagri baru keluar, masih sementara akan dibahas. Perlu dirapatkan dulu dan kami menunggu arahan selanjutnya dari Bupati Malinau," ujar Sekdakab Malinau, Ernes Silvanus, Senin (26/7/2021).

Wilayah yang ditetapkan sebagai asesmen dengan kriteria level 3 dilaksanakan dengan ketentuan di antaranya:

- Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring atau online

- Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial tetap dapat beroperasi 100 persen dengan ketentuan penetapan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan dengan lebih ketat.

Baca juga: Diperpanjang hingga 2 Agustus 2021, Ini Rincian Aturan PPKM Level 4 untuk Warung, PKL, hingga Mal

- Pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, dan kegiatan usaha kecil lain diizinkan dengan protokol kesehatan ketat sesuai aturan teknis dari pemerintah daerah

- Pusat perbelanjaan, Mall atau pusat perdagangan skala besar dibatasi waktu operasional hingga pukul 17:00 waktu setempat serta dibatasi 25 persen kapasitas pengunjung

- Transportasi umum termasuk kendaraan sewa/rental dibatasi maksimal 75 persen kapasitasnya,

- Kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan paling banyak 25 persen dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan di tempat.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Apau Kayan Malinau Perbatasan RI-Malaysia, 74,12 Persen Suspek Sembuh

- Pelaksanaan kegiatan kontruksi dapat beroperasi 100 persen dengan syarat menerapkan protokol kesehatan secara ketat,

- Pelaksanaan kegiatan di area publik ditutup untuk sementara waktu sampai dinyatakan aman berdasarkan penetapan pemerintah daerah setempat,

- Pelaksanaan di tempat kerja atau perkantoran diberlakukan 75 persen WFH, dan 25 persen WFO.

Serta beberapa ketentuan lain tentang pembatasan kegiatan di fasilitas umum dan rumah ibadah dilaksanakan.

Baca juga: Vaksinasi Dosis Kedua Hari Ini di Stadion Utama Malinau, Berikut Persyaratannya

Dengan berpedoman pada protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Peraturan yang diterbitkan oleh Menteri dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian pada 25 Juli tersebut, dijadwalkan mulai berlaku hari ini, 26 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021 mendatang. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved