Breaking News:

Virus Corona

Bukan Hanya Varian Delta Saja yang Berbahaya, Tapi Mutasi Virus Corona Lainnya Juga Mematikan

Salah satu varian yang sangat diperhatikan dan mencuri perhatian dunia adalah varian Delta, tapi varian lainnya juga tak kalah mematikan

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi petugas menunjukkan botol berisi vaksin Covid-19 yang disuntikkan kepada masyarakat Kota Balikpapan. Perlu diperhatikan, bukan hanya varian Delta saja yang berbahaya, tapi mutasi virus Corona lainnya juga mematikan. 

Satu orang yang terinfeksi varian Delta dapat menularkan virus yang sama ke 7-8 orang lainnya.

Sementara varian Alpha memiliki angka reproduksi (R) 5,6.

Artinya satu orang yang terinfeksi varian Alpha berpotensi menularkan virus ke 5-6 orang lainnya.

Dan orang yang terinfeksi varian original atau varian Wuhan, dapat menularkan virus ke 3-4 orang lainnya.

"Selain penularan yang lebih luas, pada akhirnya (karena varian Delta) kita akan melihat individu-individu yang rentang mengalami sakit parah, harus dirawat di rumah sakit, dan berpotensi meninggal," kata Dr Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO dalam konferensi pers, seperti dikutip dari CNBC News, Senin (21/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut Ryan mengatakan, para pemimpin dunia dan pejabat kesehatan masyarakat dapat membantu orang paling rentan dengan vaksinasi.

“Kita dapat melindungi orang-orang yang rentan, juga para pekerja garis depan itu,” kata Ryan.

"Dan fakta bahwa kita belum melakukannya, seperti yang dikatakan Direktur Jenderal WHO (Tedros Adhanom Ghebreyesus) berulang kali, ini adalah bencana kegagalan moral tingkat global.”

WHO mengatakan pada Jumat (18/6/2021), delta adalah varian Virus Corona yang dominan di seluruh dunia.

WHO memasukkan varian delta dalam daftar variant of concern atau varian paling mengkhawatirkan dan diperhatikan bulan lalu.

Penyebaran varian delta Varian Delta dilabeli sebagai variant of concern karena terbukti lebih menular, lebih mematikan atau lebih resisten terhadap vaksin dan perawatan saat ini.

"Saat ini Delta menggantikan alpha, varian sangat menular yang melanda Eropa dan kemudian AS awal tahun ini," kata Dr. Paul Offit, direktur Pusat Pendidikan Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia, dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

“Kita perlu memvaksinasi semua orang sekarang," kata Offit.

Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk Covid-19 mengatakan pada Senin (21/6/2021), varian Delta kini telah menyebar ke 92 negara.

Baca juga: Cermati Lonjakan Kasus Covid-19, Kadinkes Yakin Virus Corona Varian Delta Sudah Menyebar di Kuttim

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, Varian Delta menginfeksi 10 persen dari semua kasus baru yang ada di AS.

Inggris baru-baru ini melihat delta sebagai strain dominan, melampaui varian alpha.

Varian delta sekarang membuat lebih dari 60 persen kasus baru di Inggris.

Pejabat WHO mengatakan, ada laporan bahwa varian delta juga menyebabkan gejala yang lebih parah.

Oleh sebab itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi kesimpulan tersebut.

Karena ada tanda-tanda strain delta dapat memicu gejala yang berbeda dari varian lainnya.

"Tidak ada varian yang benar-benar menemukan kombinasi penularan dan kematian yang tinggi. Tetapi varian delta adalah virus yang paling mampu dan tercepat dan terkuat dari virus-virus itu," kata Ryan.

"Dan oleh karena itu jika ada orang yang dibiarkan tidak divaksinasi, mereka berada pada risiko lebih lanjut,” kata Ryan. (*)

Berita Virus Corona

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved