CPNS 2021
Pelamar Seleksi CPNS 2021 di PPU Didominasi Orang Luar dan Perempuan, Ada Pengaruh IKN di Kaltim?
Pelamar seleksi CPNS 2021 di PPU didominasi orang luar dan perempuan, ada pengaruh IKN di Kalimantan Timur?
TRIBUNKALTIM.CO - Fakta menarik muncul dalam proses seleksi tes CPNS 2021 di Penajam Paser Utara ( PPU), Kalimantan Timur.
Diketahui pelamar seleksi CPNS 2021 di PPU didominasi orang luar Kalimantan Timur.
Sementara berdasarkan jenis kelamin, jumlah pelamar perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki.
Apakah ada pengaruh IKN di Kalimantan Timur, sehingga pelamar didominasi oleh orang luar Kaltim.
Informasi selengkapnya ada dalam artikel ini.
Baca juga: INFO CPNS Kaltim: Tidak Rangking Tinggi Bisa Lulus jadi CASN, Cek Passing Grade & Nilai Ambang Batas
Seleksi aparatur sipil negara (ASN) 2021, baik untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), akan ditutup pada hari Senin (26/7/2021) lalu.
Seperti diketahui, seleksi ASN 2021 ini telah dimulai sejak Rabu (7/7/2021) dan awalnya direncanakan berakhir pada Rabu (21/7/2021), tetapi akhirnya diperpanjang.
Animo masyarakat untuk menjadi abdi negara rupanya cukup tinggi
Di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) peminat CPNS 2021 tak hanya dari daerah setempat.
Total pendaftar CPNS dan PPPK di wilayah ini mencapai 3,250 orang.

Baca juga: Tahapan dan Alur Seleksi CPNS 2021 Kaltim, Cek Juga Rincian Passing Grade SKD CASN: TKP, TIU dan TWK
Di Kabupaten berjuluk Benuo Taka ini, yang mendaftar CPNS dan PPPK didominasi oleh pendatang atau KTP luar daerah.
Sebanyak 2.059 pendafatar berasal dari luar daerah Kabupaten PPU, sisanya 1,191 pendaftar berasal dari PPU.
Jika dipersentasikan dari luar PPU 63,36 persen sementara di PPU 36,65 persen.
Secara merinci, pendaftar dari luar PPU tetapi masih di wilayah Kalimantan Timur sebanyak 2,590 orang, sementara dari luar Kalimantan Timur sebanyak 660 orang.
Dari total pendaftar tersebut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) PPU, Khairuddin menyebutkan ada 208 orang tidak melakukan submit atau inprogress.