Kamis, 30 April 2026

Virus Corona

6 Tips dari Dokter Paru untuk Pasien Covid-19 yang Isoman agar Gejala tak Bertambah Parah

Namun perhatikan pula sejumlah hal yang harus disiapkan ketika menjalani Isoman di rumah.   

Tayang:
Freepik
Kenali Tanda Kondisi Pasien Covid-19 Memburuk saat Isoman, Segera Bawa ke Rumah Sakit, berikut tips dari dokte rparu saat menjalani isoman di rumah 

4. Menjamin ruangan isolasi mandiri mendapatkan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik

5. Rutin mencatat perkembangan gejala suhu tubuh, laju nafas, dan saturasi oksigen

6. Lakukan isolasi mandiri selama 10 hari bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan tambahan 3 hari untuk pasien Covid-19 bergejala ringan

7. Jika kondisi memburuk, segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas puskesmas setempat

8. Pastikan protokol saat memobilisasi pasien ke puskesmas atau rumah sakit diterapkan secara ketat.

Baca juga: Tak Tinggal Diam Ditegur Luhut Soal Penanganan Covid-19 di Solo, Gibran: Kita Tidak Tolak Pasien

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, menyarankan agar pasien Covid-19 melakukan pencatatan mandiri terkait perkembangan setiap gejala dan kondisi tubuh yang dirasakan.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pencatatan yang akurat oleh petugas puskesmas yang mengawasi.

Jika terjadi kondisi yang memburuk, segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas puskesmas setempat.

Adapun tanda-tanda pasien Covid-19 memburuk saat isolasi mandiri adalah demam, batuk sesak napas, dan napas cepat dengan frekuensi lebih dari 30 kali per menit.

“Pastikan protokol kesehatan saat memobilisasi pasien ke puskesmas atau rumah sakit diterapkan secara ketat menggunakan ambulans milik pemerintah setempat dengan petugas yang mengenakan APD secara lengkap,” ujar Prof. Wiku.

Pasien Covid-19 dengan gejala yang memburuk harus segera mendapatkan penanganan yang tepat dari fasilitas kesehatan untuk menghindari kondisi yang lebih parah.

Batas aman saturasi oksigen

Lonjakan kasus Covid-19 terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Indonesia.

Kondisi ini menyebabkan pasien Virus Corona tanpa gejala atau gejala ringan dianjurkan melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Saat melakukan isoman satu hal yang patut diperhatikan adalah kondisi saturasi oksigen dalam tubuh.

Pasien Covid-19 dianjurkan memeriksan kondisi saturasi oksigen dalam tubuh secara rutin.

Bagi seorang yang menjalani isolasi mandiri di rumah, melakukan pengecekan saturasi oksigen sangat penting untuk dilakukan.

Pengecekan kadar oksigen dalam tubuh penting dilakukan, sehingga apabila saturasi rendah bisa segera dilakukan tindakan medis lebih lanjut.

Melansir Tribunnews dalam artikel berjudul  Penting! Berikut Kadar Saturasi Oksigen Normal dan Tips Meningkatkannya  untuk mengetahui tingkat saturasi oksigen dalam tubuh, bisa menggunakan alat Oximeter.

Alat ini memiliki ukuran kecil dan juga biasa digunakan di rumah sakit untuk mengetahui tingkat saturasi oksigen pasien.

Caranya cukup mudah, yakni hanya dengan dengan menempelkan atau menjepit ujung jari pada alat Oximeter.

Tujuan pemeriksaan menggunakan oximeter tak lain untuk memeriksa seberapa baik jantung memompa oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga: Anggota DPR RI Positif Covid-19 Dapat Fasilitas Isoman di Hotel Bintang 3, Gratis Dibiayai Negara

Lantas berapa kadar saturasi oksigen yang normal?

Menurut Kemenkes, level saturasi oksigen yang normal berkisar antara 95 – 100 %, berikut detailnya:

95-100 %: Dalam kondisi Baik

93-94 %: Perlu Berbaring untuk meningkatkan kadar Oksigen

Kurang dari 92 %: Perlu ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan dokter

Kurang dari 80 %: Perlu menggunakan ventilator (*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved