Breaking News:

Virus Corona

Berbeda dengan Indonesia, Thailand Campur Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, WHO: Berbahaya

Badan Kesehatan Dunia ( WHO) menegur keras Pemerintah Thailand karena mencampur vaksin Covid-19 pada program vaksinasi nasional untuk warganya

Editor: Christoper Desmawangga
STR / AFP
Ilustrasi, Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China. Berbeda dengan Indonesia, Thailand campur vaksin Sinovac dan AstraZeneca, WHO: Berbahaya 

TRIBUNKALTIM.CO - Badan Kesehatan Dunia ( WHO) menegur keras Pemerintah Thailand karena mencampur vaksin Covid-19 pada program vaksinasi nasional untuk warganya.

Kendati demikian, Thailand tidak tinggal diam mendapatkan teguran dari WHO.

Thailand berdalih langkah itu diambil untuk mempercepat efek vaksin guna menangkap Covid-19 varian Delta.

Sebelumnya, "Negeri Gajah Putih" mempertimbangkan mencampur vaksin Sinovac dan AstraZeneca untuk mendapatkan efek cepat dalam enam pekan.

Pertimbangan itu diambil karena negara Asia Tenggara tersebut menghadapi lonjakan kasus yang disebabkan varian Delta.

Hal ini berbeda dengan Indonesia yang tetap melakukan vaksinasi dengan satu jenis vaksin yang sama untuk masyarakat.

Baca juga: Booster Vaksin Sinovac Covid-19 Tingkatkan Antibodi Hingga 7 Kali Lipat & Tanpa Efek Samping Serius

Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan seperti diberitakan AFP Selasa (13/7/2021) menyebut ide itu berbahaya.

"Kami berada di ujung zona bebas data, bebas bukti dan hampir berada di momen 'campur dan cocokkan'," kritik Soumya.

Virolog senior Thailand Yong Poovorawan mengatakan, mencampur Sinovac, yang dibuat dari virus tak aktif, dengan vaksin berbasis vektor seperti AstraZeneca dimungkinkan.

"Kami tidak bisa menunggu sampai 12 pekan untuk mendapatkan efek cepat di tengah kasus yang makin meningkat," papar Yong, seperti dilansir dari Kompas.com.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved