Minggu, 26 April 2026

Virus Corona

Berbeda dengan Indonesia, Thailand Campur Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, WHO: Berbahaya

Badan Kesehatan Dunia ( WHO) menegur keras Pemerintah Thailand karena mencampur vaksin Covid-19 pada program vaksinasi nasional untuk warganya

STR / AFP
Ilustrasi, Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China. Berbeda dengan Indonesia, Thailand campur vaksin Sinovac dan AstraZeneca, WHO: Berbahaya 

Karena itu, pemerintah menyatakan mereka dipertimbangkan memperoleh AstraZeneca atau Pfizer guna meningkatkan kekebalannya.

Baca juga: Keampuhan Vaksin Sinovac, Hasil Penelitian WHO Cegah 100 Persen Rawat Inap, Daftar Negara yang Pakai

Selain itu, otoritas juga memberlakukan pengetatan di ibu kota Bangkok dan sembilan provinsi lain yang terdampak.

Bentuk penegakan pengetatan seperti larangan berkumpul lebih dari lima orang, dan penerapan jam malam.

Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mendapat kritikan hebat terkait penanganan mereka atas wabah corona.

Prayut dan para menterinya dianggap tidak memberi kompensasi bagi bisnis yang terdampak pengetatan, hingga tuduhan salah urus vaksin.

Pada Selasa, mereka menyepakati skema bantuan senilai 30 miliar baht untuk membantu usaha yang terdampak lockdown.

Baca juga: Singapura Ikuti Jejak Indonesia, Akui Warganya yang Gunakan Vaksin Sinovac Termasuk 45 Negara Ini

Selain itu, tagihan penting seperti listrik dan air dilaporkan akan diturunkan selama dua bulan.

Thailand Berencana Perbanyak Vaksin asal China

Sementara itu, Thailand berencana menggunakan lebih banyak vaksin buatan China untuk mengisi kesenjangan pasokan dari AstraZeneca Plc.

“Negeri Gajah Putih” secara resmi menjadi negara yang memulai rezim dosis campuran vaksin Covid-19 yang pertama di dunia, di tengah gejolak yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam wabah Covid-19 Thailand.

Pejabat kesehatan Thailand mulai memberikan vaksin AstraZeneca pada Senin (19/7/2921) sebagai suntikan kedua kepada penerima suntikan pertama vaksin Sinovac Biotech Ltd untuk meningkatkan pertahanan terhadap varian Delta.

Varian yang pertama kali muncul di India dan lebih menular diprediksi akan mendorong beban kasus harian hingga setinggi 20.000 pada bulan depan.

Di bawah rezim vaksin yang direvisi, Thailand akan menggunakan lima juta suntikan Sinovac per bulan, menurut Opas Karnkawinpong, direktur jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand.

Baca juga: Selain Singapura, Ternyata Vaksin Sinovac Telah Digunakan di Puluhan Negara Termasuk Indonesia

Thailand mengejar kesepakatan vaksin tambahan, setelah vaksin AstraZeneca menyampaikan ketidakmampuan memenuhi target yang ditetapkan oleh pemerintah, mengutip komitmen ekspor pembuat obat Anglo-Swedia itu.

Padahal negara itu awalnya menetapkan vaksin itu sebagai pemasok utama untuk peluncuran nasionalnya “Pemerintah Thailand juga bekerja untuk mendapatkan lebih banyak tembakan dari produsen seperti Pfizer Inc.,” menurut Opas melansir Bloomberg, seperti dilansir dari Kompas.com.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved