Virus Corona
Ini Kondisi Pasien Covid-19 yang Berisiko Alami Long Covid, Waspada saat Isolasi Mandiri
Kini para ilmuwan masih meneliti fenomena long Covid, meskipun kini sudah lebih banyak yang diketahui.
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Januar Alamijaya
3. Usia yang lebih tua
4. Memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi atau obesitas.
Penelitian lain yang masih dalam tahap awal menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 juga dapat berdampak jangka panjang pada organ manusia.
Tetapi profil mereka yang terkena dampak dalam penelitian ini berbeda dengan mereka yang melaporkan gejala melalui aplikasi.
Penelitian mengamati sampel 200 pasien yang telah pulih dari Covid-19, menemukan kerusakan organ ringan pada 32% jantung manusia, 33% paru-paru, dan 12% ginjal manusia.
Kerusakan organ multipel ditemukan pada 25% pasien.
Pasien dalam penelitian ini memiliki usia rata-rata 44 tahun, dengan sebagian besar merupakan penduduk usia kerja muda.
Baca juga: Angka Kasus Covid-19 di Tanjung Redeb Berau Tertinggi, Isolasi Mandiri di Rumah tak Efektif
Hanya 18 persen yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19.
Itu artinya kerusakan organ dapat terjadi bahkan ketika pasien hanya mengalami gejala ringan.
Memiliki komorbid yang dianggap bisa memperparah kondisi kesehatan pasien Covid-19, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung iskemik, juga bukan prasyarat untuk kerusakan organ.
Ada banyak alasan mengapa orang mungkin memiliki gejala beberapa bulan setelah penyakit virus selama pandemi.
Dalam beberapa kasus gejala long Covid, memang sulit untuk diketahui apa yang menjadi penyebabnya.
Di mana gejala menunjuk ke organ tertentu, penyelidikan relatif mudah.
Seperti permasalahan paru-paru di mana Covid-19 rentan menyerang ke arah sana.
Agak sulit untuk dijelajahi adalah gejala kelelahan, padahal gejala ini merupakan gejala yang cukup sering ditemukan pada penyintas Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/obat-obatan-dinkes-berau.jpg)