Rabu, 22 April 2026

Virus Corona

Ini Kondisi Pasien Covid-19 yang Berisiko Alami Long Covid, Waspada saat Isolasi Mandiri

Kini para ilmuwan masih meneliti fenomena long Covid, meskipun kini sudah lebih banyak yang diketahui.

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Januar Alamijaya
HO/DINKES BERAU
LAWAN COVID - Tenaga kesehatan memberikan obat-obatan pada pasien isolasi mandiri di Kabupaten Berau. Ini kriteria orang bisa mengalami gejala Long Covid. 

Kerusakan paru-paru tampaknya sangat umum di antara pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan rumah sakit.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa 6 minggu setelah meninggalkan rumah sakit, sekitar setengah dari pasien masih mengalami sesak napas.

Jumlah itu turun menjadi 39% dalam 12 minggu.

Baca juga: Treatment Isolasi Mandiri Tidak Maksimal, Satgas Balikpapan Ungkap Risikonya

Sementara itu, sekitar sepertiga dari pasien yang dirawat di rumah sakit mengalami kerusakan jantung.

Meski mereka yang mengalami infeksi ringan juga bisa terpengaruh.

Sebuah studi terpisah terhadap 100 pasien, banyak di antaranya mereka yang memiliki gejala yang relatif ringan ketika mereka terinfeksi pada bulan Maret.

Studi itu mengungkapkan bahwa 78 pasien di antaranya menunjukkan perubahan struktural abnormal pada jantung mereka pada pemindaian MRI.

Perubahan ini tidak selalu menimbulkan gejala, dan dapat menghilang seiring waktu.

Masalah yang sedang berlangsung dengan hati dan kulit juga telah dilaporkan.

Gejala yang berfluktuasi dan bergerak ke seluruh tubuh

Mungkin kelompok Long Covid yang paling aneh adalah mereka dengan gejala yang berfluktuasi.

Umumnya, gejala muncul dalam satu sistem fisiologis kemudian mereda.

Tapi ini ada gejala lain lagi yang muncul di sistem yang berbeda.

Meskipun mekanisme yang mendasari tetap belum terbukti, gejala tersebut mungkin berkaitan dengan sistem kekebalan yang terganggu, kata Altmann.

Semua usia terpengaruh

Diperkirakan ada sekitar 10% pasien Covid mengalami gejala yang berlangsung lebih dari tiga minggu, serta sekitar satu dari 50 pasien masih sakit dalam tiga bulan.

Baca juga: Tunjang Kesembuhan, Inilah Barang yang Wajib Disiapkan Ketika Isolasi Mandiri Covid-19

Laporan NIHR mengatakan gejala yang bertahan lama telah diamati pada semua kelompok usia, termasuk anak-anak.

Tetapi hasil yang tidak dipublikasikan dari Covid Symptom Study menunjukkan bahwa wanita dan orang tua mungkin berisiko lebih besar.

"Di atas usia 18 tahun, risiko gejala yang berlangsung lebih dari sebulan tampaknya secara umum meningkat seiring bertambahnya usia," kata Prof Tim Spector, profesor epidemiologi genetik di King's College London yang menjalankan penelitian tersebut.

Kelompok yang kurang dipelajari adalah penghuni panti jompo.

"Apa yang kami dengar dari staf garis depan adalah bahwa ada sekelompok pasien yang mungkin tampak seperti sedang dalam pemulihan, dan kemudian kambuh."

"Kekuatan dan stamina mereka tampaknya menurun, sementara Covid mungkin telah mempercepat laju penurunan kognitif pada penderita demensia," kata Prof Karen Spilsbury.

Spilsbury merupakan ketua penelitian keperawatan di Universitas Leeds.

Ia telah mempelajari dampak Covid-19 pada penghuni panti jompo. (*)

Sumber: TribunWow.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved