Minggu, 3 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Budayawan Sujiwo Tejo Soroti Seni Mural Kritik Pemerintah Dihapus, Ingatkan Tak Gambar Banteng

Sujiwo Tejo ikut memberikan komentar dan pandangannya terkait fenomena penghapusan mural yang belakangan ini ramai menjadi sorotan.

Tayang:
Editor: Ikbal Nurkarim
tangkap layar YouTube ILC TV One
Sujiwo Tejo soroti seni mural kritik pemerintah dihapus, ingatkan tak gambar banteng. 

"Jadi bukan langsung pinjam istilah dari Swiss atau apa, 404: Not Found itu kan dari barat," tegasnya.

Baca juga: Haris Azhar Minta Kapolri Periksa Polisi Penghapus Mural Jokowi di Mata Najwa, Reaksi Faldo Maldini?

Tak hanya bertema budaya, Sujiwo Tejo juga mengusulkan agar alangkah baik muatan mural-mural itu juga mengenalkan kekhasan Indonesia.

Sambil mengkritik baliho, Sujiwo Tejo menegaskan bahwa tema-tema mural demikian bisa membangkitkan rasa nasionalisme.

"Jadi dia pakai kaca mata, mungkin kalau matanya ditutup, ditutup pakai kain lurik atau apa. Terus misalnya ada gambar badak yang mau punah," ujar Sujiwo Tejo.

"Jangan gambar banteng, nanti dikira kepak sayap. Gambar harimau atau apa."

"Jadi orang dibangkitkan dengan, ini lah kita," tegasnya.

Pandangan Faldo Maldini

Seniman pembuat mural Jokowi 404: Not Found yang ada di Jalan Pembangunan 1, Batuceper, Tangerang, Banten sampai diburu polisi.

Menurut pihak kepolisian, mural tersebut telah melecehkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai lambang negara yang harus dihormati.

Padahal, hal tersebut tak tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Diketahui, mural bergambar wajah Jokowi dengan mata ditutupi tulisan '404:Not Found' tersebut kini telah dihapus.

Baca juga: Di Mata Najwa, Haris Azhar ke Faldo Maldini: Polisi yang Hapus Mural Mirip Jokowi Harusnya Diperiksa

Setelah sempat viral, mural tersebut kini hanya menyisakan segaris cat hitam yang dibubuhkan di bawah dinding jalan layang.

Di sisi lain, pernyataan tentang pelecehan lambang negara itu diungkapkan oleh Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim.

Ia mengatakan bahwa Presiden Jokowi merupakan lambang negara dan harus dihormati.

"Presiden itu Panglima Tertinggi TNI-Polri, itu lambang negara. Kalau kita sebagai orang Indonesia mau pimpinan negara digituin. Jangan dari sisi yang lain kalau orang punya jiwa nasionalis," terang Rachim dikutip dari TribunJakarta.com, Minggu (15/8/2021).

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved