Berita Balikpapan Terkini

Bansos Tunai UMKM Tahap Dua di Balikpapan, Sasar Pelaku Usaha Kuliner

Bantuan sosial bagi pelaku UMKM tahap kedua akan kembali direalisasikan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi masyarakat Kota Balikpapan terdampak PPKM menerima bantuan sosial dari pemerintah Kota Balikpapan. Bantuan sosial bagi pelaku UMKM tahap kedua akan kembali direalisasikan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (21/8/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bantuan sosial bagi pelaku UMKM tahap kedua akan kembali direalisasikan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra.

Ia mengatakan, pihaknya saat ini melakukan proses verifikasi terhadap data UMKM yang akan menerima bantuan sosial.

“Untuk tahap kedua, kita sudah mengirimkan daftar calon penerima bantuan sebanyak 4.000, terdiri dari PKL dan UMKM," ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Sabtu (21/8/2021). 

Baca juga: Pemkot Balikpapan Refocusing Anggaran Rp 93 Miliar untuk Pandemi Covid-19

"Untuk penentuan jumlah data penerimanya saat ini masih diverifikasi di Bappeda,” sambung laki-laki yang kerap disapa Edo itu.

Bantuan sosial tahap kedua, lanjutnya, akan difokuskan kepada pelaku usaha kuliner yang terdampak selama PPKM.

Masing-masing pelaku usaha akan menerima bantuan sebesar Rp 300 ribu, seperti yang disalurkan sebelumnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan.

Baca juga: Nama-nama Terbaru Pelaku UMKM yang Mendapatkan Banpres BPUM Tahap 3, Klik eform.bri.co.id/bpum

Tercatat ada sekitar 1.600 pelaku usaha yang telah memiliki izin di UKM berupa Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Pelaku usaha kuliner di Balikpapan yang terdampak akibat PPKM ini ada 1.600 pelaku usaha UMKM," kata Edo.

Namun, untuk saat ini proses validasi penerima bantuan masih terus dilakukan oleh pemerintah Kota Balikpapan.

Hal tersebut untuk menghindari adanya kesalahan data dan data ganda dalam daftar penerima bantuan.

Baca juga: PTM di Balikpapan Berpeluang Dibuka, Muhaimin Tunggu Rekomendasi Satgas Covid-19

Seperti adanya pelaku UMKM yang juga memasukkan data sebagai PKL, selain itu terjadi beberapa data ganda.

"Misalnya, suami berjualan di mana istrinya berjualan dimana dan anak yang dijual dimana. Semuanya dimasukkan datanya, nah ini yang harus divalidasi,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved