Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Di Beberapa Kampung di Kabupaten Mahulu, Layanan Listrik Ditambah Jadi 12 Jam 

Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh didampingi Sekretaris Daerah Stephanus Madang mengikuti peresmian jaringan listrik desa dan

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Mahulu
Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh didampingi Sekda Stephanus Madang saat mengikuti peresmian jaringan listrik desa dan peningkatan jam nyala area Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara secara virtual melalui zoom meeting, Kamis (19/8/2021) lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh didampingi Sekretaris Daerah Stephanus Madang mengikuti peresmian jaringan listrik desa dan peningkatan jam nyala area Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) secara virtual melalui zoom meeting, Kamis (19/8/2021) lalu.

Selain jaringan listrik di 24 desa terpencil, PT PLN (Persero) juga meresmikan peningkatan jam operasi untuk 15 titik unit layanan desa (ULD) yang tersebar di Kaltim dan Kaltara.

Di Mahulu, ada beberapa yang turut diresmikan.

Baca juga: Raperda RPJMD Mahakam Ulu Bakal jadi Perda, Ajukan ke Pemprov Kaltim

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bonifasius melalui Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mahulu Yohanes Andi Abeh menyatakan, patut disyukuri PLN telah menambah jam operasi dari 6 jam menjadi 12 jam pada beberapa titik di wilayah Mahu yakni PLTD Long Apari dan PLTD Long Pahangai.

"Harapan kita ke depan kepada pihak PLN bisa ditingkatkan lagi menjadi 24 jam. Demikian juga daerah kampung penyangga ibu kota kabupaten, khususnya Long Melaham dan Batu Majang dan beberapa lainnya bisa segera teraliri listrik. Sehingga sama jam nyalanya, dengan di ibu kota di Ujoh Bilang menjadi 24 jam," harapnya.

Bupati menambahkan, di Kecamatan Long Hubung agar dapat ditingkatkan jam nyalanya, terkhusus di Kampung Long Hubung, Data Bilang, Lutan, Sirau dan sekitarnya dari 12 jam menjadi 24 jam.

"Mewakili Pemkab Mahulu, besar harapan kita ke depan agar sinergitas memberikan penerangan listrik kepada masyarakat di wilayah kampung yang belum teraliri listrik oleh PLN, dapat menjadi prioritas di tahun mendatang, sehingga rasa keadilan akan berdampak sampai pelosok perbatasan," ujar Bupati.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional  Kalimantan PT PLN (Persero) Muhammad Ikbal Nur mengatakan, langkah ini ditempuh PLN agar tidak ada lagi desa yang berlistrik kurang dari 12 jam.

"Supaya tidak ada lagi masyarakat yang gelap pada malam hari. Maka listrik untuk sistem isolated pada ULD perlu ditingkatkan jam nyala minimal 12 jam. Saat ini sudah tidak ada lagi ULD yang beroperasi 6 jam," katanya.

Baca juga: RPJMD Mahulu Tahun 2021-2026 Disetujui, Wabup Minta OPD Segera Susun Renstra

Iqbal menjelaskan, dalam peningkatan jam nyala ULD ini, PLN menambah jam operasi dari 6 jam menjadi 12 jam pada 9 titik ULD di Kaltim dan Kaltara.

Yakni, PLTD Dilang Puti dan PLTD Kelumpang di Kabaupaten Kutai Barat, PLTD Long Apari dan PLTD Long Pahangai di Kabupaten Mahakam Ulu, ULD Long Segar, ULD Muara Pantun dan ULD Bumi Etam di kabupaten Kutai Timur; ULD Lumbis Ogong di Kabupaten Nunukan; dan ULD Maratua di Kabupaten Berau.

Selain itu, terdapat peningkatan jam nyala  dari 12 jam menjadi 24 jam pada 6 ULD yang meliputi PLTD Tabisaq, PLTD Muara Siran, PLTD Jantur, PLTD Semayang dan PLTD Tabang di Kabupaten Kutai Kartanegara; dan ULD Batu Putih di Kabupaten Berau.

"Selanjutnya kami akan terus mengupayakan peningkatan jam nyala ULD ini agar 100 persen menyala 24 jam pada tahun 2023 nanti, dengan mengoptimalkan energi baru terbarukan dari energi surya," ungkapnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved