Berita Kukar Terkini

Bupati Edi Damansyah Sebut Program Beasiswa Kukar Idaman Alokasikan 2.000 Penerima

Pemkab Kukar mengalokasikan sebanyak 2.000 sasaran penerima beasiswa Kukar Idaman untuk tahapan pertama ini. Program itu diumumkan beberapa waktu lalu

Penulis: Aris Joni | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Bupati Kukar Edi Damansyah Buka kuota 2.000 pelajar untuk program beasiswa Kukar Idaman. TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pemkab Kukar mengalokasikan sebanyak 2.000 sasaran penerima beasiswa Kukar Idaman untuk tahapan pertama ini. Program itu diumumkan beberapa waktu lalu.

Hal itu diungkapkan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah kepada awak media.

“Saya berharap program ini dapat mengakomodir pelajar-pelajar di Kukar untuk mengenyam pendidikannya. Terutama pelajar-pelajar pra sejahtera namun berprestasi, yang selama ini tidak pernah terfasilitasi. Sudah saatnya,” ujarnya.

Edi menegaskan, untuk kuota beasiswa Kukar Idaman tahap satu ini sebanyak 2.000 penerima, namun ia masih enggan menyebutkan berapa besaran tiap penerima dan berapa pagu anggaran untuk alokasi beasiswa tersebut.

“Yang pastinya 2.000 sasaran itu tersalurkan, nanti kan itu berproses,” katanya.

Baca juga: Bupati Serahkan 33 Alsintan Program Kukar Idaman, Buah Sinergi Eksekutif dengan Legislatif

Ia menjelaskan, terdapat dua jenis beasiswa yang disediakan program Kukar Idaman ini, yakni skema stimulus dan beasiswa tematik.

Edi menyebut pihaknya akan sungguh-sungguh memfasilitasi agar program ini betul-betul menyentuh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memenuhi kebutuhan SDM yang diperlukan di Kukar.

“Kekurangan seperti dokter umum, ayo kita buka (beasiswa), tapi harus ada syarat dari nilai prestasinya,” bebernya.

Pihaknya juga sudah melakukan MoU dengan beberapa perguruan tinggi di luar Kalimantan Timur (Kaltim). Disebutkan Edi, ini merupakan bagian dari fasilitasi pelajar sekaligus memenuhi kebutuhan SDM. Beasiswa tematik itu menjadi langkah konkritnya.

“Kalau wartawan mau sekolah lagi itu bisa kita biayai,” ucapnya berseloroh.

Baca juga: Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Pilkada Kukar, Timses Edi-Rendi Serukan Menuju Kukar Idaman

Edi menyebutkan, nominal yang diberikan nantinya situasional, menyesuaikan dengan kebutuhannya. Seperti halnya pelajar yang akan melanjutkan pendidikan S1 di luar Kaltim, nominalnya tidak bisa ditentukan begitu saja, harus ada perhitungannya.

“Ndak bisa kita patok sekian, nanti ada hitungan per semester. Terus nanti ada perhitungan berapa kebutuhan menyeluruh sampai dia selesai. Kalau kita berikan sekaligus khawatir juga nanti (habis), selama ini kan seperti itu, kuliah ndak lulus biaya habis,” pungkas Edi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved